Di atas punggung bumi yang basah, di antara embusan angin dan desir kabut yang merambat pelan, sosok perempuan mungil bernama Berlyani Novita Sari menapakkan langkahnya dengan pasti.
Bukan sekadar pendaki, bukan pula sekadar cosplayer. Ia adalah Berli, gadis yang menjahit dua dunia yang tampak tak mungkin bersatu. Anime dan alam bebas.
Berli lahir di tengah bulan November 1995. Ia jatuh cinta pada dua hal yang tampak kontras: mendaki gunung dan budaya pop Jepang.
Sejak 2023, ia mulai menggeluti dunia cosplay dan telah memerankan berbagai karakter seperti Shizuku-tan, Violet Evergarden, hingga Klee dari Genshin Impact.
Namun siapa sangka, di balik kostum dan wig berwarna-warni itu, Berli juga pencinta lumpur, akar, dan batu cadas jalur pendakian. Baginya, gunung adalah rumah kedua—sebuah ruang sunyi tempat ia berdamai dengan diri sendiri.
Ia tidak mendaki demi panorama indah di puncak, atau sekadar foto estetik untuk sosial media. “Tujuan seorang pendaki sejati adalah kembali ke pintu rumah,” ujarnya tenang, mematahkan persepsi bahwa puncak adalah segalanya.
Sebagai wiraswasta, waktu luangnya ia habiskan dengan menonton drama Korea dan anime. Lalu menggantinya dengan aktivitas fisik menjelang pendakian. “Biasanya saya mulai joging minimal seminggu sebelum mendaki,” katanya.
Latihan fisik bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan pada medan yang akan dilalui. Mengingat gunung, baginya, adalah guru yang harus dihormati, bukan ditaklukkan.
Uniknya, Berli kini punya ide gila yang perlahan ia wujudkan: mendaki gunung, lalu berganti kostum cosplay saat mencapai puncak. “Saya ingin menggabungkan dua hal yang saya suka: naik gunung dan cosplay,” katanya, lantas tersenyum.
Imajinasi itu bertemu kenyataan. Di puncak itulah, dua dunianya menyatu dalam satu bingkai kamera.
Pada 12 Januari 2025 lalu, Berli kembali menapaki jalur Gunung Halau-Halau, gunung tertinggi di Kalimantan Selatan dengan ketinggian 1.901 mdpl. Meski sudah tak terhitung berapa kali mendaki ke sana sejak pertama kali menjejakkan kaki tahun 2015, setiap perjalanan selalu ia siapkan dengan serius. “Bedanya sekarang cuma lebih hafal jalur. Tapi fisik, perlengkapan, logistik—semuanya tetap harus matang,” tegasnya.
Gunung Halau-Halau memang tak terlalu tinggi. Namun memiliki jalur trekking yang panjang, licin, dan menyimpan kejutan khas hutan tropis. “Jalur yang basah dan rimbun itu tantangan tersendiri,” ujarnya.
Padahal dulu, Berli adalah gadis penakut yang tak pernah membayangkan bisa menyukai hutan dan dinginnya angin malam gunung. Namun sejak bergabung dengan organisasi kampus dan terinspirasi oleh sosok petualang perempuan Medina Kamil, ia mulai mencintai dunia luar. “Awalnya cuma penasaran, tapi sekarang malah kecanduan naik gunung,” katanya sambil tertawa kecil.
Kini, gunung-gunung di Kalimantan Selatan hampir ia tandai satu per satu. Tapi, ia masih punya mimpi besar yang belum terwujud: menjejakkan kaki di Gunung Rinjani, NTB. "Itu cita-cita saya," ungkapnya. Ia tak sabar merasakan hembusan angin Segara Anak dan matahari yang malu-malu di ufuk timur sana.
Berli sedang merajut mimpi, langkah demi langkah, di antara kabut dan bayangan karakter anime yang ia cintai. “Karena di sana (puncak gunung), di atas tanah tertinggi, saya bisa menemukan diri yang utuh sekaligus unik, kuat, dan penuh warna,” tuntasnya.
Berlyani Novita Sari
Panggilan : Berli
Asal : Banjarbaru
Tanggal Lahir : 17 November 1995
Hobi : Hiking dan Nonton (Anime, Drakor)
Quotes favorit : be you, be unique, be crazy, you're beautifull (Ten WayV)
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief