RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2026, Bandara Internasional Syamsudin Noor kedatangan puluhan anak sekolah.
***
Para siswa sekolah dasar itu datang untuk mengikuti kegiatan InJourney Community Care: Airports Kids EduCare dengan tema “Wujudkan Mimpi, Lestarikan Indonesia”.
Kegiatan tersebut merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digelar PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Acara yang berlangsung di Gedung Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) dan Gedung Terminal Penumpang Bandara Internasional Syamsudin Noor ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan, memperkuat karakter generasi muda, serta mengenalkan dunia kebandarudaraan sejak usia dini.
Program ini diikuti oleh 40 siswa dari SDN 4 Syamsudin Noor dan SDN Guntung Payung. Selain menerima bantuan pendidikan berupa tas sekolah, perlengkapan sekolah, buku bacaan, dan alat tulis, para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang memberikan pengalaman belajar secara langsung di lingkungan bandara.
Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi keselamatan penerbangan, demonstrasi kendaraan dan peralatan Airport Rescue and Firefighting (ARFF), pengenalan profesi Airport Movement Control (AMC), Customer Service (CS), Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), dan Aviation Security (AVSEC), serta edukasi mengenai alur pelayanan penumpang di bandar udara.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh bantuan pendidikan, tetapi juga wawasan mengenai pentingnya keselamatan penerbangan serta berbagai profesi yang berperan dalam mendukung operasional bandar udara.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan pelaksanaan program ini menjadi momentum yang sangat bermakna karena bertepatan dengan Hari Anak Nasional, sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak untuk tumbuh, belajar, berkarya, serta meraih cita-cita setinggi langit. Di tangan merekalah masa depan bangsa akan dibangun,” ujarnya.
Stephanus berharap bantuan pendidikan dan kegiatan edukasi yang diberikan mampu menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mewujudkan impian mereka. (al/ris)
Editor : Arief