Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Wujud Bakti Kepada Orang Tua, Begini Kisah Sarmidin Gendong Sang Ayah Berusia 101 Tahun Tunaikan Ibadah Haji

Sheilla Farazela • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:14 WIB
BAHAGIA: Sarmidin bersama sang ayah Kasrun saat ditemui petugas PPIH Banjarmasin di Asrama Debarkasi Banjarmasin. (Foto: HUMAS KEMENHAJ UNTUK RADAR BANJARMASIN)
BAHAGIA: Sarmidin bersama sang ayah Kasrun saat ditemui petugas PPIH Banjarmasin di Asrama Debarkasi Banjarmasin. (Foto: HUMAS KEMENHAJ UNTUK RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Tak ada raut lelah di wajah Sarmidin. Warga Desa Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala ini justru dilingkupi rasa haru setelah sukses mengawal ayah kandungnya, H. Kasrun Sahidin Abdullah, menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Sang ayah bukan jemaah biasa. Usianya kini sudah menginjak 101 tahun. Bagi Sarmidin, mengurus orang tua berumur seabad lebih di tengah jutaan manusia adalah ujian sekaligus berkah terbesar hidupnya.

Meski fisiknya renta, seluruh tahapan rukun Islam kelima itu berhasil dilalui sang ayah dengan mulus. “Banyak sekali orang baik yang membantu sejak dari Indonesia, di Makkah, Madinah, sampai kembali ke Tanah Air. Petugas kloter, tim medis, hingga sesama jemaah sangat perhatian. Kami tidak pernah merasa sendirian,” tutur Sarmidin.

H. Kasrun, jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BDJ17, sebenarnya masih memiliki fisik yang kokoh untuk ukuran lansia. Pria kelahiran 1924 ini masih bisa mandi, makan, berwudu, hingga berpakaian sendiri.

Masalah baru muncul saat harus berpindah tempat dalam jarak jauh. Pengapuran pada kedua lutut membuat petani sepuh ini tak sanggup berjalan jauh.

Di sinilah peran Sarmidin. Pria yang bersama keluarganya bertransmigrasi dari Jawa Timur sejak 1979 ini memilih menggendong sang ayah di pundaknya.

“Kalau menuju bus atau lokasi yang jauh, langsung saya gendong supaya cepat. Saya tidak ingin jemaah lain di kloter terhambat atau menunggu lama karena kondisi ayah saya. Ini sudah jadi tanggung jawab saya sebagai anak,” ucapnya.

Aksi menggendong orang tua di bawah terik matahari Arab Saudi itu diakuinya sama sekali bukan beban. Sebaliknya, hal itu menjadi momen bakti yang belum tentu bisa diulanginya lagi. Lelah fisik yang dirasakannya mendadak menguap setiap kali melihat sang ayah tersenyum dan bersemangat melempar jumrah atau tawaf.

Sarmidin membocorkan, rahasia umur panjang ayahnya terletak pada kebiasaan masa muda yang tak bisa diam. H. Kasrun dikenal rajin mengolah sawah, berkebun, serta sangat disiplin menjaga salat berjemaah dan mengaji.

“Pelayanan dari petugas di lapangan juga luar biasa ekstra. Kebutuhan ayah, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin sampai popok dewasa selalu dipantau tanpa kami harus meminta dahulu. Atas nama keluarga, kami sangat berterima kasih,” ucap Sarmidin.

Editor : Arief
#sosok inspiratif #haji #banjarbaru