Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pencipta Mars Balangan Belum Dapat Royalti ! Kisah Husin yang Merawat Memori Balangan di Hari Musik Nasional

M Dirga • Senin, 9 Maret 2026 | 15:17 WIB

APRESIASI SENI: Husin saat menerima penghargaan Anugerah Seni Budaya Balangan dari Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.
APRESIASI SENI: Husin saat menerima penghargaan Anugerah Seni Budaya Balangan dari Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

"Lagu ini spirit pejuang. Titipan agar kita tetap ingat sejarah,"

Siang yang terik menyelimuti Paringin, Kabupaten Balangan, Senin (9/3).

Di sudut rumahnya, Husin duduk tenang dengan gitar tua di pangkuannya.

Jemarinya menyentuh dawai pelan, seolah memanggil kembali ingatan tentang perjalanan panjang Balangan.

Bagi Husin, musik bukan sekadar hiburan.

Petikan gitar menjadi cara baginya merawat sejarah daerah.

Sejak Kabupaten Balangan resmi berdiri pada 2003 setelah memisahkan diri dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Husin merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat.

Ia memilih menuliskannya lewat lagu.

Dengan lirik berbahasa Banjar, Husin memotret karakter, sikap, dan kedamaian masyarakat Balangan.

Salah satu karya pentingnya adalah Mars Balangan yang lahir pada 2012. Lagu tersebut ia ciptakan setelah berdiskusi dengan Bupati Balangan saat itu, Sefek Effendie.

Husin berusaha menerjemahkan semangat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Balangan ke dalam sebuah melodi yang sarat makna.

"Mars Balangan itu bagian dari sejarah perjuangan. Ini titipan dari para tokoh penuntut kabupaten agar kita bergandengan tangan menuju kesejahteraan," kenangnya.

Setahun kemudian, pada 2013, lagu tersebut akhirnya dirilis. Proses rekaman dilakukan dengan fasilitas studio sederhana di Paringin.

Meski dibuat dengan keterbatasan peralatan, lagu tersebut kini rutin dikumandangkan setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Balangan.

Produktivitas Husin dalam menciptakan lagu pun cukup tinggi. Ia telah menghasilkan hampir 20 lagu dari berbagai genre, mulai dari lagu Banjar, religi, hingga dangdut pop melayu.

Beberapa karyanya bahkan dinyanyikan oleh penyanyi nasional seperti Sona, jebolan Academy Dangdut Indosiar, serta Purnama Dewi dari ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI).

Namun di balik pencapaian tersebut, Husin masih menyimpan kegelisahan. Bertepatan dengan peringatan Hari Musik Nasional, ia menyoroti persoalan klasik yang dihadapi banyak pencipta lagu di daerah, yakni soal perlindungan hak cipta dan kepastian royalti.

"Banyak pencipta lagu belum mendapatkan royalti dari hasil ciptaannya. UU Hak Cipta perlu perhatian serius pemerintah agar seniman mendapatkan apresiasi yang layak," tegasnya.

Bagi Husin, musik adalah identitas yang harus dijaga dan dilindungi oleh hukum. Tanpa perlindungan yang jelas, seniman daerah berisiko terus berada dalam ketidakpastian ekonomi meski karya mereka dinikmati masyarakat luas.

Sore mulai turun di Paringin. Husin kembali memeluk gitar tuanya. Tanpa panggung besar atau tepuk tangan meriah, ia tetap memetik dawai-dawai gitar yang terus bercerita tentang Balangan.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Balangan #pencipta lagu #hari musik nasional