Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Senang Melihat Penumpang Bahagia, Begini Kisah Pengemudi Kereta Wisata di Lapangan Dr Murdjani Banjarbaru

Sheilla Farazela • Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:55 WIB
KELILING: Samsul, pengemudi kereta wisata di Lapangan Murjani saat membawa penumpang keliling kota.
KELILING: Samsul, pengemudi kereta wisata di Lapangan Murjani saat membawa penumpang keliling kota.

Lampu-lampu kota mulai menyala ketika Samsul menarik gas perlahan. Dari balik kemudi kereta wisata, pria 45 tahun itu mengarungi jalanan kota yang sedang ramai pada malam hari.

        ****
Bagi Samsul, sebagai pengemudi kereta wisata di Lapangan Murjani, malam bukan sekadar pergantian waktu, namun kesempatan untuk mengais rezeki.

Saat siang terlalu panas dan jalanan padat, justru gelap membawa harapan bagi dirinya.

Anak-anak yang selesai makan malam, keluarga yang mencari hiburan murah meriah, hingga pasangan muda yang ingin berkeliling kota, semuanya menjadi penumpang setianya.

“Kalau malam, capeknya beda. Tapi rezekinya sering lebih terasa,” ucap Samsul sambil tersenyum tipis.

Kereta wisata pada malam hari tampil lebih meriah. Lampu warna-warni menghiasi badan kereta, ditambah musik dari pengeras suara turut meramaikan suasana keliling kota di Banjarbaru.

Sembari memainkan kemudi, Samsul menceritakan tantangan sebagai pengemudi kereta wisata di Lapangan Murjani.

"Tidak mudah, pandangan terbatas, pengendara lain yang sering tak sabar, hingga jalan berlubang yang tak terlihat jelas menjadi risiko harian. Belum lagi soal keamanan," ucapnya. 

Senang Melihat Penumpang Bahagia

Berbicara soal pendapatan, Samsul mengaku tak selalu pasti. Ada kalanya ramai, kadang juga sepi.

Samsul mengatakan, ketika hujan turun deras, ia hanya bisa berteduh sambil mematikan mesin, berharap cuaca segera bersahabat.

Tapi pulang tanpa penghasilan bukan pilihan. Ia tetap bertahan, karena di rumah ada keluarga yang menunggu.

"Untung-untungan, kalau akhir pekan dan tidak hujan biasanya bisa dapat puluhan penumpang. Satu penumpang cuma bayar Rp10.000, keliling dari Lapangan Murjani menuju Jalan Panglima Batur sampai balik ke titik semula lagi," katanya.

Lebih jauh, meski baru enam bulan jadi pengemudi kereta wisata, warga Martapura ini mengaku senang dan haru ketika melihat penumpangnya bahagia menikmati perjalanannya.

"Senang, apalagi melihat orang tua bawa anak-anaknya dan mereka menikmati perjalanan," beber Samsul.

Hingga menjelang tengah malam, para penumpang sudah tak ramai lagi. Lampu kereta dimatikan, mesin didinginkan. Samsul menghela napas panjang, menghitung hasil hari itu tak seberapa, tapi cukup untuk esok.

"Alhamdulillah, apa yang didapat kita syukuri. Setidaknya cukup untuk hari ini dan esok beda cerita lagi," imbuhnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#lapangan #banjarbaru #kerja #Murjani #Sosok