Suara kicauan burung menggema di langit Banjarbaru. Di lapangan Denzipur 8/GM, ratusan sangkar bergoyang ditiup angin, menciptakan harmoni antara hobi, persaingan, dan persaudaraan.
*****
DARI ratusan peserta Dandenzipur Cup 2025, nama Sardi, kicau mania asal Balangan, keluar sebagai juara di kelas Murai Batu Borneo. “Alhamdulillah, bangga sekali bisa mengharumkan nama Balangan,” ujarnya sambil tersenyum. Ia mengaku kemenangan itu buah dari latihan panjang dan konsistensi burung andalannya.
Namun bagi Sardi, kemenangan bukanlah tujuan akhir. “Yang penting itu kebersamaan dan sportivitas. Lewat burung, kita bisa saling kenal dan belajar,” katanya.
Semangat itulah yang diusung Komandan Denzipur 8/GM Czi Hendric Hutagulung. Ia menegaskan bahwa ajang ini digelar bukan semata kompetisi, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antara prajurit dan masyarakat. “Banyak prajurit yang juga hobi burung. Lewat event ini kami ingin membuka ruang pertemuan dan kedekatan,” ujarnya.
Selain memperkuat hubungan sosial, Hendric menyebut kegiatan ini turut menggerakkan ekonomi lokal. Ratusan peserta dan pengunjung mendatangkan perputaran uang bagi pedagang pakan, sangkar, dan perlengkapan lomba. “Event ini kecil, tapi dampaknya luas,” ujarnya.
Dengan 800 burung dari berbagai daerah seperti Barabai, Tanjung, dan Sampit, lomba ini menjadi simbol sinergi antara rakyat dan tentara. Hendric berharap, “Ke depan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin Denzipur 8/GM. Bukan hanya lomba, tapi wadah silaturahmi dan semangat kebersamaan.”
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief