Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mampir ke Pedagang Durian di Banjarbaru, Satu Musim Raup Rp35 Juta

Sheilla Farazela • Sabtu, 18 Januari 2025 | 11:53 WIB
LAPAK: Udin, salah satu pedagang durian saat membuka lapak di Jalan Trikora, dekat Bundaran Palam.
LAPAK: Udin, salah satu pedagang durian saat membuka lapak di Jalan Trikora, dekat Bundaran Palam.

Kota Banjarbaru mendadak ramai dengan pedagang durian. Bukan hanya di Sungai Ulin, di Jalan Trikora pun demikian.

      ****
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali musim durian, ada banyak pedagang yang membuka lapak untuk menjual buah berbau khas tersebut.

Radar Banjarmasin, Jumat (17/1) mendatangi salah satu pedagang durian yang berjualan di Jalan Trikora, tidak jauh dari Bundaran Palam Banjarbaru.

Pedagang itu mengaku bernama Udin. Dia sudah berjualan durian sejak 2012. "Durian ini didatangkan langsung dari Desa Biih, Karang Intan, Kabupaten Banjar," kata pria 49 tahun tersebut.

Ia menyebut, durian dari Desa Biih terkenal dengan dagingnya yang tebal dan rasanya yang manis legit.

"Paling kecil saya jual Rp100 ribu dapat empat biji. Ada juga yang ukuran sedang itu Rp100 ribu dapat 3 biji, yang paling besar Rp85 ribu satu bijinya," sebutnya.

Udin yang kesehariannya menjajakan sayur keliling ini mengaku memperoleh pendapatan hingga Rp35 juta lebih selama satu musim durian. "Biasanya sekali ambil dari Desa Biih itu bisa 350 sampai 600 biji durian. Sementara sehari bisa terjual sampai 200 biji," ucapnya.

Dengan penghasilan musimannya tersebut, ia bersyukur dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. "Selagi masih musim durian, saya manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mencari rezeki. Kalau sudah habis musimnya, saya kembali jualan sayur," imbuhnya.

Sementara itu pedagang durian di kawasan Sungai Ulin Banjarbaru, Sulaiman mengakui para pelanggan paling banyak mencari durian Biih karena memang tidak diragukan lagi rasanya. Apalagi ada yang pernah menang saat kontes.

Tapi karena durian Biih sudah mulai berkurang, dirinya juga mulai mencari ke kawasan Pengaron dan Kalteng. "Sudah mulai habis durian Biih, tapi karena ada yang menawari durian lain saya coba jual juga," ujarnya.

Para penggemar durian, ucap Sulaiman tetap suka walaupun ditawari durian lain. "Asal isinya yang bagus pasti akan dibeli," tandasnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#UMKM #banjarbaru #Durian #bisnis #buah