Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kisah Sopir Taksi Colt: Penumpang Sepi, Putar Otak Penuhi Kebutuhan

Sheilla Farazela • Selasa, 14 Januari 2025 | 12:02 WIB
MENUNGGU: Sopir taksi colt, Mas
MENUNGGU: Sopir taksi colt, Mas

Pernah menjadi primadona bagi para penumpang ke arah Hulu Sungai pada tahun 2000-an, kini taksi colt L300 keberadaannya di ujung tanduk.

           *****
Mas'ud, salah satu sopir taksi colt saat dijumpai sedang mangkal di Banjarbaru bercerita dirinya sudah menjadi sopir sejak tahun 1995 silam. "Pekerjaan utama saya cuma sebagai sopir. Dulu para sopir taksi colt seperti saya cukup banyak, kini bisa dihitung jari," ucapnya, Senin (13/1).

Usianya yang sudah setengah abad tersebut, tak menyurutkan semangat Mas'ud untuk tetap giat mengais rezeki, meski jumlah penumpang terus berkurang.

"Ya gimana lagi, pekerjaan utama saya sebagai sopir angkutan, jadi suka tidak suka harus semangat mencari rezeki demi keluarga di rumah. Kalau enggak gitu, kami tidak bisa makan," ucap Mas'ud.

Jarak dari pusat Kota Banjarmasin ke Hulu Sungai atau pun sebaliknya, tak bisa dibilang dekat, di zamannya, angkutan Antar Kota Dalam Provinsi ini masih jadi primadona yang dapat menampung belasan penumpang dengan harga yang terjangkau.

Kini sopir angkutan tersebut harus bersaing dan putar otak di zaman serba canggih ini. Mengingat angkutan darat yang lebih mempuni seperti travel, ataupun angkutan online dan kendaraan pribadi sudah banyak menguasai jalan.

"Kalau dulu dapat penghasilan sampai Rp500 ribu lebih per hari, kini boro-boro sampai segitu. Mencari penumpang aja susah, dalam sehari hanya bisa menemukan dua hingga empat penumpang. Itu tidak mencukupi untuk mengganti uang bensin," keluhnya.

Demi menyiasati kekurangan penumpang, Mas'ud mengaku menerima jasa titipan barang, dengan tarif sama per penumpang yaitu kisaran Rp65 ribu.

Sopir taksi Hulu Sungai ini berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk mencari solusi guna menjaga keberlanjutan usaha taksi tradisional ini. "Bantulah kami mencari solusi untuk keberlanjutan hidup kami," harapnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#angkutan #banjarbaru #Transportasi #Sosok #Sosial