Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Simbol Kesetaraan Perempuan di Pulau Sewangi, Begini Kisah Perjuangan Syarifah Saufiah

Maulana Radar Banjarmasin • Sabtu, 16 Desember 2023 | 18:56 WIB
Photo
Photo

Pulau Sewangi adalah sebuah delta di Sungai Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Desa itu dipimpin seorang perempuan, Syarifah Saufiah.

       Oleh: MAULANA, Marabahan

Akhir Agustus 2023, Syarifah Saufiah diundang ke Jakarta oleh Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Di sana, Saufiah menerima penghargaan Desa Ramah Perempuan dan Anak.

Dan didapuk menjadi narasumber dalam rapat koordinasi nasional yang dihadiri para kepala Dinas PPA se-Indonesia.

Berbicara di hadapan sekitar 700 orang, Saufiah bergetar. Itu pengalaman yang sangat berkesan baginya.

"Padahal, diundang kementerian saja saya sudah bangga," ujarnya.

Lantas, bagaimana ceritanya Saufiah bisa menyisihkan lurah dan kades dari seluruh Indonesia?
"Proses penyaringannya alot," jawabnya merendah.

Yang pertama, mudah menebak mengapa Saufiah bisa memimpin Pulau Sewangi. Dia selalu memberikan kesan ramah dan humble.

Kedua, KemenPPA menganggap, perempuan di Pulau Sewangi telah diberdayakan secara ekonomi. Lewat kemunculan kelompok perajin kain sasirangan.

"Sebelumnya para penjahit ini tidak dikoordinir," ujarnya.

Masih soal ekonomi, Saufiah anti membeli nasi kotakan ketika ada acara desa. Ia memberdayakan para ibu untuk memasaknya sendiri dan dibayar.

Indikator lain, di sana nol kasus kekerasan perempuan dan anak. "Alhamdulillah di desa kami tidak ada terjadi kasus kekerasan rumah tangga," klaimnya.

Dan utamanya, kini tidak ada lagi penikahan usia dini di Pulau Sewangi.

"Saya bersikap tegas, tidak akan memberikan surat pengantar nikah untuk yang belum berusia 19 tahun. Walaupun yang mau kawin itu keluarga saya sendiri," tegasnya.

Saufiah tak gentar sebab merasa dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. "Payung hukumnya sudah jelas," ujarnya.

Saufiah juga menggenjot keanggotaan BPJS Kesehatan di kalangan penduduk desanya. "Dulu 70 persen yang masuk BPJS, sekarang hampir 100 persen," sebutnya.

Mundur ke belakang, Saufiah menjadi kades sejak Juli 2021. Dalam pilkades, ia bersaing dengan sembilan calon lain. Tiga perempuan dan enam laki-laki.

"Motivasi saya menjadi kades adalah ingin melihat kesetaraan gender di desa ini. Artinya, perempuan harus berani menjadi pemimpin," tegasnya.

Di zamannya, dari 12 rukun tetangga, dua RT kini dipimpin perempuan.

Secara histori, Pulau Sewangi pernah tersohor di Kalimantan Selatan sebagai sentra kerajinan jukung.

Saufiah ingin mengembalikan kejayaan itu, bahkan lebih lagi. "Lewat industri Kampung Seribu Jukung," ujarnya.

"Itu buat bapak-bapaknya. Kalau emak-emaknya, ada produk Roti Tanggui. Ini roti khas desa kami," pungkasnya.

Seperti biasa, satu penghargaan akan mengundang penghargaan lain datang.

Jumat (15/12), Pulau Sewangi diganjar penghargaan Peningkatan Kualitas Keluarga Terbaik oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Tokoh #inspiratif #Sosok