Di tengah semarak perjuangan membela Palestina, pedagang di kawasan Taman Sari, Banjarmasin Tengah turut kecipratan rezeki.
ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin
Hujan yang mengguyur Banjarmasin, Senin (4/12) siang tak lantas membuat lapak dagangan milik Badriansyah menjadi sepi.
Lapaknya berada tak jauh dari oprit Jembatan Sudimampir. Ketika ditemui penulis, pria 50 tahun itu sedang melayani seorang pembeli.
"Dia langganan, sudah beberapa kali bolak balik membeli atribut Palestina ke sini," ujarnya.
Usai melayani pembeli, baru Badriansyah bisa diajak ngobrol. Dia mengaku sebenarnya tak sengaja menjual atribut Palestina. Awalnya ada pembeli yang datang mencari-cari bendera Palestina.
"Banyak orang yang datang ingin membeli bendera Palestina," kisahnya.
Peluang itu ditangkapnya. Dia lantas menghubungi seorang penjahit, memesan beberapa kodi bendera Palestina beragam ukuran.
Mulai ukuran 40 cm x 60 cm seharga Rp25 ribu per lembar, 60 cm x 90 cm seharga Rp35 ribu, dan 115 cm x 90 cm seharga Rp50 ribu.
"Saya tidak menduga, pesan tiga kodi, sehari langsung habis," ujarnya.
Karena peminatnya banyak, sementara perajin bendera lokal kesulitan memenuhi pesanan, Badriansyah lantas memesan ke Pulau Jawa. Harganya lebih murah dan stoknya juga banyak.
Bahkan tidak hanya bendera dipesan, tetapi juga syal, ikat kepala, kaus, hingga kerudung.
Soal harga, lelaki yang sudah 20 tahun berjualan itu menjamin barangnya murah-murah.
Syal dibanderol Rp60 ribu per lembar, hijab Rp40 ribu, ikat kepala Rp10 ribu, peci Rp30 ribu, dan kaus Rp50 ribu. “Harganya bersahabat,” ucapnya tersenyum.
Ditanya berapa keuntungan per hari? Ia enggan menyebut angka pasti.
Tapi kalau angka kotor harian, sekitar Rp2 juta. Kondisi ini sudah berlangsung dua pekan terakhir.
Pembelian meningkat dengan kedatangan Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun ke Banjarbaru dan Banjarmasin pada Ahad (3/12) dan Senin (4/12) kemarin.
Badriansyah mengaku buka sampai larut malam. "Dan ada saja yang datang," ujarnya.
Namun, Badriansyah tak pernah lupa. Dia selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk disumbangkan ke masyarakat Palestina.
"Setiap keuntungan selalu saya sisihkan untuk Palestina," tegasnya.
Editor: M Syarifuddin
Editor : Muhammad Helmi