Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kesaksian Korban Kebakaran Jalan Masjid Jami: Linda dan Putrinya Lolos dari Kepungan Api

Arief • Sabtu, 23 September 2023 | 15:00 WIB
POLICE LINE: Rumah-rumah di Jalan Masjid Jami yang tersisa puing. Tampak garis polisi dipasang untuk keperluan penyelidikan. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN 
POLICE LINE: Rumah-rumah di Jalan Masjid Jami yang tersisa puing. Tampak garis polisi dipasang untuk keperluan penyelidikan. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN 
Kebakaran di Jalan Masjid Jami Banjarmasin Utara pada Jumat (22/9) dini hari menghanguskan 19 rumah, 75 orang kehilangan tempat tinggal.

Oleh: MAULANA, Banjarmasin


HAMPIR tak ada korban yang sempat menyelamatkan harta bendanya. Dengan cepatnya si jago merah melahap permukiman dari kayu itu.

"Ketika tersadar, saya melihat api sudah mengelilingi kamar," kata Linda, 35 tahun.

"Saya berteriak, keluar mencari pertolongan. Sampai lupa dengan putri saya yang baru berusia delapan bulan. Saya baru ingat ketika anak saya yang berumur 14 tahun bilang adik masih di dalam," kisah ibu dari tiga anak yang baru berpisah dengan suaminya itu.

"Saya kembali masuk. Api sudah mengepung dan membakar kasur tidurnya," ujarnya ngeri.

Putri keduanya yang berusia tujuh tahun datang memeluknya. Puing-puing kayu berjatuhan. Mereka berempat keluar menerobos api dan selamat.

"Mau lewat depan gang, ternyata sudah dikepung api. Kami menjauh lewat gang belakang," katanya.

Biasanya Linda sulit tidur. Tapi malam itu, ia agak letih. Malam itu, di Masjid Jami Sungai Jingah ada acara keagamaaan yang mengundang Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Linda membuka lapak di sekitar masjid untuk menjual makanan kepada jemaah masjid.

"Uang hasil dagangan termasuk tabungan, sekitar Rp2 juta ikut terbakar. Tak terpikir untuk mencari uang. Harta kan bisa dicari. Tapi kalau anak jadi korban, bakal penyesalan seumur hidup."

Selama wawancara ini, cerita Linda berkali-kali terhenti karena dia terus menangis.

Linda merasa bersalah, sebab api disebut-sebut berasal dari kontrakan yang disewanya. Padahal belum sebulan dia tinggal di sana.

"Entah dari mana asal apinya. Sehabis kejadian ini, terasa seperti mau bunuh diri," ujarnya.



Selain kisah Linda, juga ada kisah seorang nenek 75 tahun yang digotong menerobos semak untuk keluar dari kepungan api.

"Nenek saya kena stroke, jadi tak bisa jalan. Saat itu, api sudah membumbung tinggi. Jalan keluar gang juga sudah dikepung api," kata cucunya, Aris, 21 tahun.

Aris bersama ibu dan adiknya, berusaha sebisa mungkin untuk tak panik. "Kami melihat semak belukar yang diterangi kobaran api," tambahnya.

Setelah merasa aman, Aris mencoba kembali untuk menyelamatkan yang tersisa.

"Ternyata sudah habis. Ijazah pun tak sempat diselamatkan. Hanya tersisa baju di badan," ujarnya.

Ketua RT 4, Dodi Lasmana menyebutkan, setidaknya 75 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Rinciannya, di Gang Syukuri ada 15 rumah yang terbakar, empat rumah lagi di Gang Suka Damai.

Dodi bersyukur kebakaran besar itu tak menelan korban jiwa. "Syukur selamat semua. Bahkan tidak ada yang terluka," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara Iptu Aris W mengatakan penyebab kebakaran masih diselidiki. (az/fud) Editor : Arief
#Kebakaran