Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Benda Temuan Masih Jadi Misteri, Kawasan Penggalian Disterilkan untuk Penelitian

Arief • Sabtu, 19 Agustus 2023 | 09:52 WIB
JADI TONTONAN: Tidak hanya orang dewasa, anak-anak di Desa Tatah Bangkal Tengah  pun kini gemar memantau sungai. Siapa tahu, bisa melihat buaya. FOTO : WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
JADI TONTONAN: Tidak hanya orang dewasa, anak-anak di Desa Tatah Bangkal Tengah pun kini gemar memantau sungai. Siapa tahu, bisa melihat buaya. FOTO : WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
Ketika benda yang diduga meriam itu hendak diangkat, masyarakat merubung di sekitar lahan eks Musala Al Hinduan. Seusai pengangkatan dan benda itu diletakkan di badan jalan, spekulasi lain pun bermunculan.

****


Tak jauh dari area lahan eks Musala Al Hinduan yang sudah dibongkar total, ruas Jalan Pierre Tendean Banjarmasin Tengah tampak ditutup sebagian kemarin (18/8) siang. Untuk sementara waktu, arus lalu lintas di kawasan itu dialihkan.

Di sekitar kawasan itu, ada banyak warga merubung dari jauh. Mereka penasaran ingin menyaksikan detik-detik proses pengangkatan atau pemindahan benda yang diduga meriam, dan terkubur dalam tanah, di antara puing-puing musala.

Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin, penggalian sudah dilakukan dengan kedalaman satu meter. Saat itu, sebuah moncong tampak menyembul. Dengan hati-hati, satu unit ekskavator terus melakukan pengerukan.

Sejumlah relawan pemadam kebakaran (damkar) juga dikerahkan. Relawan tampak menyemprotkan air ke arah lahan yang dikeruk. Setelah pengerukan mencapai kedalaman sekitar dua meter, benda bermoncong itu kian menampakkan wujudnya. Tinggal proses pengangkatan ke permukaan.

Sebuah tali khusus pun dikaitkan di badan benda itu ke ekskavator. Pelan namun pasti, benda itupun diangkat. Kemudian diletakkan di badan jalan. Pengangkatan atau pemindahan benda itupun sukses.

Seluruh permukaan benda itu tampak ditutupi tanah. Besarnya hampir mirip tandon air. Menilik dari bentuk, sekilas seperti sambungan pipa tua. Namun di permukaannya, terdapat beberapa moncong kecil berlubang.

Dengan sigap, relawan damkar menyemprotkan air, membersihkan tanah yang menempel di permukaan benda itu. Pembersihan cukup memakan waktu yang lama. Tanah rupanya menempel begitu lengket.

Photo
Photo
SIAP DIANGKAT: Inilah benda yang sebelumnya diduga sebagai meriam. Benda ini sudah terkubur lama di dalam tanah, di bawah bangunan Musala Al Hinduan yang kini direhab total. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Ketika pembersihan dirasa sudah cukup dilakukan, baru jajaran Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), beserta tim ahli cagar budaya Kota Banjarmasin melakukan pengecekan.

Bagaimana hasilnya? Benarkah benda yang berhasil diangkat atau dipindahkan itu berupa meriam? Tim ahli cagar budaya Kota Banjarmasin, Mursalin memberikan penjelasannya. Ia bilang sementara ini ada tiga kemungkinan terkait apa sebenarnya benda yang diangkat itu.

Kemungkinan pertama, dengan persentase sekitar 50 persen, benda itu adalah bagian dari besi kapal uap. "Kemungkinan kedua, dengan persentase 25 persen, benda itu adalah dudukan meriam statis. Lalu kemungkinan ketiga, adalah pipa pengairan," ucapnya, kemarin (18/8). "Pipa pengairan yang bila melihat teknologinya, itu ada sekitar tahun 1940-an," tambahnya.

"Sementara dugaan kami mengarah ke tiga hal itu. Tapi, perlu dipastikan lagi benda apa sebenarnya," tekannya.

Hal senada juga diungkapkan antropolog di Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur. Ia juga bilang bahwa ada kemungkinan bahwa benda itu adalah sambungan saluran air.

Menurutnya, itu merupakan pipa sambungan dari program Water Leding Jalan Ulin (kini jalan Ahmad Yani, red). "Di tahun 1930-an, itu sudah dibangun water leding atau perusahaan air minum pada masanya. Meskipun tidak disalurkan besar-besaran," ucapnya di lokasi temuan, kemarin.

Photo
Photo
PERIKSA BENDA TEMUAN: Tim ahli cagar budaya di Banjarmasin melakukan pengecekan terhadap benda temuan yang terkubur di bawah Musala Al Hinduan, kemarin (18/8). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Hal itu diutarakannya bukan tanpa alasan, mengingat pada zaman dahulu, di kawasan yang berseberangan dengan Bentang Tatas (kini Masjid Raya Sabilal Muhtadin), telah berdiri dua bangunan.

"Ada bangunan yang disebut sebagai gedung kaca, dan bangunan yang disebut sebagai istana Kesultanan Banjar," ujarnya. "Kenapa istana sultan pernah ditempatkan di sini? Itu karena pemerintah kolonial ingin mengawasi lebih dekat aktivitas dari Sultan Banjar," jelasnya.



Bagaimana dengan dua kemungkinan lainnya? Mansyur menyatakan pihaknya juga masih belum bisa memastikan. Artinya, masih perlu penelitian lebih lanjut. Contoh, tentang adanya kemungkinan bahwa benda itu adalah besi sisa kapal uap. Ia bilang, kemungkinan itu masih sumir.

Alasannya, karena di kawasan temuan sepengetahuannya tak ada dok kapal Belanda yang dekat dengan Benteng Tatas. "Yang ada dok kapal, hanya di kawasan Sungai Kuin dan wilayah Sungai Jingah," jelasnya.

Bagaimana dengan tebakan bahwa benda itu merupakan dudukan meriam? "Kalau memang ini dudukan meriam, maka tentu ada kemungkinan bahwa meriam itu ada. Tapi, sementara ini belum ada. Demikian pula bila benda itu adalah sambungan air," tekannya.

Terlepas dari sejumlah kemungkinan itu, pihaknya mengaku masih perlu melakukan pengkajian lebih lanjut. Termasuk apakah perlu atau tidaknya melakukan penggalian lagi.

Kawasan Disterilkan untuk Penelitian


Ketika benda yang sebelumnya diduga meriam itu berhasil diangkat, mayoritas masyarakat berangsur-angsur membubarkan diri. Tampaknya rasa penasaran mereka sudah terjawab.

"Mirip apa ya, seperti tandon air saja," celoteh salah seorang warga. "Jangan-jangan ini potongan kapal selam," celoteh warga lainnya, lantas tertawa terkekeh.

Photo
Photo
BERSELIMUT TANAH: Relawan pemadam kebakaran membersihkan benda temuan dari tanah yang lengket menempel. Benda inilah yang sebelumnya diduga sebagai meriam yang terkubur di bawah Musala Al Hinduan. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Kepala Bidang Kebudayaan di Disbudporapar Banjarmasin, Zulfaisal Putera angkat bicara terkait benda temuan itu. Ia mengaku bahagia lantaran bisa menemukan benda yang sudah cukup lama terkubur. Meskipun belum diketahui apa sebenarnya benda yang ditemukan itu.

"Kalau dugaan awal itu meriam, karena waktu itu ada moncong seperti meriam," ucapnya, di lokasi temuan kemarin (18/8). "Setelah digali dan dilihat sama-sama, ada tiga kemungkinan menurut tim ahli cagar budaya," tambahnya.

"Seperti diungkapkan sebelumnya, tiga kemungkinan itu yakni dudukan meriam, sambungan pipa air, dan bagian dari kapal uap," tekannya.



Meski demikian, sesuai dengan pesan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, pihaknya akan terus melakukan kajian. "Untuk itu, tempat ini akan kami sterilkan. Jadi, tidak ada seorang pun yang melakukan kegiatan tanpa seizin pemko," ujarnya.

"Selanjutnya, dalam waktu satu atau dua hari ke depan, tim ahli cagar budaya akan melakukan kajian," jelasnya. "Apakah penggalian akan dilanjutkan, atau tidak, tergantung dari hasil kajian itu," tambahnya.

Menurut Zulfaisal, proyek rehab total Musala Al Hinduan akan terus dilanjutkan. "Untuk benda yang sudah didapat ini akan kami amankan di dalam kawasan proyek. Karena tim ahli masih meneliti," tuntasnya.(war/az/dye) Editor : Arief
#benda bersejarah