Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengatasi Banjir Rob, Tegur Pembuang Sampah hingga Normalisasi

Arief • Kamis, 6 Juli 2023 | 14:40 WIB
Lurah Pekauman, Dahlianoor
Lurah Pekauman, Dahlianoor
Kelurahan Pekauman menjadi salah satu wilayah di Banjarmasin Selatan yang menjadi langganan banjir rob. Namun wilayah ini lebih beruntung, karena sekarang sudah lebih baik.

Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.


Kelurahan Pekauman yang dikomandani Dahlianoor letaknya berdampingan dengan Kelayan Tengah. Sama dengan kawasan tetangganya itu, juga sudah lama menjadi langganan banjir rob.

Di Pekauman sendiri ada tiga RT yang menjadi langganan banjir rob. Mulai RT 14, 15, dan 24. Air pasang sungai yang terjadi di wilayah tersebut tidak hanya merendam jalan saja. Bahkan sampai masuk ke dalam rumah warga.

“Paling parah banjir rob terjadi di RT 15, sampai masuk ke rumah warga,” ujar wanita kelahiran Amuntai 3 Juli 1965 ini.

Sejak dilantik 1 Oktober 2021, Dahlianoor sudah mendapat info dari warga mengenai masalah tersebut. Ia mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menjalankan program Babarasih Bawah Rumahan alias Babasah.

Sasarannya tentu rumah-rumah yang berada di tepi sungai. Seperti di RT 12, 13, 15, 19, dan 22. Aksi bersih-bersih bersama warga itu rutin digelar setiap akhir pekan.

Lokasi paling banyak sampah menjadi target utama. Soalnya, banyaknya sampah yang menutup aliran sungai akan menjadi penyebab air sungai sulit mengalir. Apalagi sekarang banyak bangunan di atas sungai yang membuat sungai semakin menyempit. Alhasil alur pembuangan air semakin mengecil.

Ditambah lagi masih ada yang membuang sampah ke sungai.

Meski begitu, pihaknya tak pernah bosan mengimbau warga agar jangan membuang sampah ke sungai atau ke kolong rumah. Sebab ini sangat berdampak. Ketika air pasang, seharusnya bisa mengalir, sekarang justru tersumbat sampah.

“Kami pasang spanduk di kawasan tersebut, supaya warga jangan membuang sampah ke bawah rumahan,” ujarnya.



Dahlianoor bersama warga mengakui program tersebut masih kurang optimal. Warga mengusulkan agar sungai yang ada di Pekauman dilakukan normalisasi. Beruntung usulan itu menjadi salah satu yang berhasil masuk dalam pokok pikiran dewan saat reses pada tahun 2022 lalu.

“Normalisasi sungai di Pekauman sudah rampung dikerjakan pada akhir 2022 silam,” tutur mantan Kasi Ekobang Kelurahan Basirih Selatan ini.

Alhasil air pasang yang sering melanda di kawasan lima RT tersebut sudah berkurang. Aliran air menjadi lancar, meski masih ada rumah yang terendam. “Yang masih terendam justru rumah ketua RT. Mungkin karena bangunannya rendah,” ujarnya.

Wanita yang pernah bertugas sebagai staf di Dinas Pendidikan UPT Banjarmasin Selatan itu mengungkapkan peningkatan jalan juga sudah dilakukan di wilayahnya. Di antaranya jalan di RT 2, 3, 6, 8, 14, dan 24.

Kemudian pembangunan WC komunal sebanyak 80 unit. Terbesar di RT 19 sebanyak 40 unit. Kemudian 40 unit lainnya di RT 8 dan 15. “Tahun 2021 tambah 10 WC komunal lagi,” tutup Dahlianoor.(az/dye) Editor : Arief
#Banjir #Tokoh #Feature Politik #Banjir Rob #Sampah