Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.
Kota Banjarmasin dikenal juga dengan sebutan Kota Seribu Sungai. Sebutan itu lantaran dulu memang banyak terdapat sungai kecil. Itu dulu. Sekarang sudah mulai tergerus bangunan.
Sejak dilantik awal Oktober 2021, Zainal sudah punya rencana untuk membangun satu objek wisata di Sungai Belasung. Ia melihat sungai tersebut punya potensi wisata yang cukup besar. Dengan catatan harus ditata dengan baik, dan dikonsep sedemikian rupa.
Di sungai itu dulunya banyak hilir mudik jukung tiung berukuran panjang 17-23 meter dan lebar 6 meter. Namun sekarang susah melintas. Padatnya permukiman warga membuat sungai yang panjangnya mencapai 600 meter itu kian menyempit.
"Saya punya impian, ingin KBI menjadi objek wisata sungai Instagramable yang ada di Banjarmasin," tutur suami dari Astri Kristianti.
Pria kelahiran 12 Februari 1975 ini mengakui rencana itu bukan perkara mudah. Tidak hanya dibutuhkan dana yang besar, juga kerja sama dengan masyarakat. Ia mengaku sudah pernah membicarakan dengan masyarakat, dan mendapat respons positif.
Menurutnya, bakal banyak keuntungan bagi masyarakat. Mereka bisa membuka usaha di sekitar kawasan objek wisata. Entah berupa kuliner, penyewaan perahu, dan sebagainya. Zainal juga yakin rencana ini akan didukung pemko.
Keuntungan lainnya juga bisa mengatasi banjir di kawasan Jalan Lambung Mangkurat yang selama ini selalu menjadi momok.
"Satu kali dayung, empat program bisa dikerjakan sekaligus. Penataan sungai, penataan kawasan kumuh, pariwisata, dan mengembangkan UMKM," ujarnya.
Lantas apa yang sudah dilakukan Zainal untuk mewujudkan itu? Ia mengaku sudah membicarakan hal ini dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin. Namun, diakuinya rencana ini tidak bisa sekaligus diwujudkan.
Langkah pertama yang dilakukan adalah merevitalisasi Sungai Belasung. Dengan revitalisasi sungai, bisa mengatasi persoalan banjir yang selalu terjadi di kawasan Jalan Lambung Mangkurat.
Langkah berikutnya, ia akan berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata untuk menata Sungai Belasung menjadi objek wisata sungai. Apabila sudah ditata, kawasan tersebut dipasangi lampu-lampu hias. Perahu-perahu maupun kapal bebek akan berseliweran di sungai.
Kawasan kumuh dibangunkan rusunawa seperti di Banjarmasin Selatan. "Masyarakat yang datang bisa melihat indahnya Sungai Belasung, sembari menikmati kuliner," ujarnya.
"Saya membayangkan, kawasan Sungai Belasung dipenuhi masyarakat tua dan muda. Ya jadi tempat nongkrong lah," sambungnya.
Menurut Zainal, rencananya ini tidak hanya mendapat dukungan dari SKPD terkait saja. Tapi, juga dari dewan. "Dewan juga mendukung. Setiap kali air pasang, gedung dewan selalu kebanjiran," katanya.
Zainal berharap yang direncanakannya dapat terealisasi. Meski tidak bisa instan, ia yakin dengan kerja sama pemerintah bersama warga maka tujuan yang positif itu dapat terwujud.
"Sebagai lurah, ini adalah pengabdian. Saya berharap ada peninggalan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," cetus Zainal.(az/dye) Editor : Arief