Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengulik Sejarah Kampung 'Pejabat' di Loktabat Selatan

Muhammad Helmi • Jumat, 18 November 2022 | 15:17 WIB
ASRI: Kampung Pejabat bertempat di RT 06 RW 02, Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru sering dikunjungi oleh wisatawan dalam dan luar negeri.
ASRI: Kampung Pejabat bertempat di RT 06 RW 02, Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru sering dikunjungi oleh wisatawan dalam dan luar negeri.
Kampung Pejabat terdengar cukup unik. Kampung Pejabat adalah singkatan dari Pengolah dan Penjual Jamu Loktabat. Kampung ini berlokasi di Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru.

Zulqarnain, Banjarbaru

Permukiman ini sesuai namanya, adalah sentra jamu. Untuk menemukan lokasi ini pun cukup mudah. Dengan melintasi Jalan Rubber Onderneming Ulin dari simpang tiga A Yani-RO Ulin, terdapat gerbang bertuliskan Gang Baru. Sentra jamu itu dapat ditemukan di sana.

Tarmuji selaku Ketua RT 06 yang juga pemilik kafe jamu di sana mengatakan, sejak dahulu kawasan ini memang menjadi tempat bermukim para pengolah jamu. “Datang dari Jawa itu tahun 1979 di bulan kedua,” katanya Rabu (16/11).

Dia katakan, saat ini penjual jamu tinggal 22 orang. Berbeda dengan dahulu yang sampai di atas 60-an. “Sudah mencar semua,” ujarnya.

Pada tahun 2017 keunikan tempat ini baru dijadikan sebagai salah satu objek wisata yang ada di Banjarbaru oleh alm Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani.

“Pengunjung bisa datang dari dalam dan luar negeri,”katanya.

Tarmuji menduga ini bermula dari keaktifkan daerahnya. Ketika ada hari-hari besar tertentu, pihaknya aktif menyambut hari tersebut dengan memberi ucapan di spanduk-spanduk dari kampung jamu.

“Mungkin dari situ, pemerintah terus melihat kampung jamu kreatif, kondisikan,” sangkanya.

Kampung Pejabat diolah sedemikian rupa agar menarik. Seperti, dekorasi gerbang, payung-payung, kursi dan spot foto pun tersedia. Mengenai anggaran, dia katakan banyak pihak membantu.
“Ada swadaya masyarakat, dinas pariwisata juga, banyak yang support,” katanya.

Pada musim pandemi lalu, banyak pelaku usaha gulung tikar, namun berbeda dengan usaha jamu. Hal ini diamini pula oleh Tarmuji.

“Penjual jamu justru meningkat, kita pun sampai kewalahan juga” kata pemilik Cafe Jamu itu.

Tarmuji berharap ke depan, mengingat Banjarbaru menjadi ibu kota Kalimantan Selatan. Kampung Pejabat akan lebih sering disambangi oleh pengunjung.

“Semoga juga bisa terus lebih baik ke depannya, lebih asri. Apalagi saat ini kan ada wacana Banjarbaru Juara kita akan mendukung pemerintah kota juga,” ungkapnya. (yn/bin)
Editor : Muhammad Helmi
#Feature Umum