Zulqarnain, Banjarbaru
Permukiman ini sesuai namanya, adalah sentra jamu. Untuk menemukan lokasi ini pun cukup mudah. Dengan melintasi Jalan Rubber Onderneming Ulin dari simpang tiga A Yani-RO Ulin, terdapat gerbang bertuliskan Gang Baru. Sentra jamu itu dapat ditemukan di sana.
Tarmuji selaku Ketua RT 06 yang juga pemilik kafe jamu di sana mengatakan, sejak dahulu kawasan ini memang menjadi tempat bermukim para pengolah jamu. “Datang dari Jawa itu tahun 1979 di bulan kedua,” katanya Rabu (16/11).
Dia katakan, saat ini penjual jamu tinggal 22 orang. Berbeda dengan dahulu yang sampai di atas 60-an. “Sudah mencar semua,” ujarnya.
Pada tahun 2017 keunikan tempat ini baru dijadikan sebagai salah satu objek wisata yang ada di Banjarbaru oleh alm Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani.
“Pengunjung bisa datang dari dalam dan luar negeri,”katanya.
Tarmuji menduga ini bermula dari keaktifkan daerahnya. Ketika ada hari-hari besar tertentu, pihaknya aktif menyambut hari tersebut dengan memberi ucapan di spanduk-spanduk dari kampung jamu.
“Mungkin dari situ, pemerintah terus melihat kampung jamu kreatif, kondisikan,” sangkanya.
Kampung Pejabat diolah sedemikian rupa agar menarik. Seperti, dekorasi gerbang, payung-payung, kursi dan spot foto pun tersedia. Mengenai anggaran, dia katakan banyak pihak membantu.
“Ada swadaya masyarakat, dinas pariwisata juga, banyak yang support,” katanya.
Pada musim pandemi lalu, banyak pelaku usaha gulung tikar, namun berbeda dengan usaha jamu. Hal ini diamini pula oleh Tarmuji.
“Penjual jamu justru meningkat, kita pun sampai kewalahan juga” kata pemilik Cafe Jamu itu.
Tarmuji berharap ke depan, mengingat Banjarbaru menjadi ibu kota Kalimantan Selatan. Kampung Pejabat akan lebih sering disambangi oleh pengunjung.
“Semoga juga bisa terus lebih baik ke depannya, lebih asri. Apalagi saat ini kan ada wacana Banjarbaru Juara kita akan mendukung pemerintah kota juga,” ungkapnya. (yn/bin)
Editor : Muhammad Helmi