RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Tak hanya berfokus pada pengembangan atlet pelajar, DBL musim 2026-2027 juga menghadirkan program baru bertajuk DBL Super Teacher sebagai bentuk apresiasi sekaligus peningkatan kapasitas guru pendamping.
Program yang diluncurkan pada 21 Juli 2026 itu membuka kesempatan bagi para guru dari seluruh Indonesia untuk mengikuti proses seleksi. Nantinya, empat guru terbaik akan memperoleh pengalaman belajar ke luar negeri sebagai penghargaan atas kontribusi mereka dalam membimbing para student-athlete.
Program tersebut juga turut diperkenalkan kepada perwakilan sekolah saat Technical Meeting Honda DBL with Kopi Good Day 2026 di Trio Motor Lounge, Banjarmasin, Sabtu (1/8/2026).
Sosialisasi itu menjadi bagian dari upaya DBL Indonesia memperkenalkan DBL Super Teacher kepada sekolah-sekolah peserta, sekaligus mendorong para guru pendamping untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti program pengembangan kapasitas tersebut.
Founder sekaligus CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, mengatakan selama ini ribuan pelajar telah mendapat kesempatan belajar ke luar negeri melalui berbagai program DBL. Kini, kesempatan serupa juga diberikan kepada para guru yang selama ini berperan besar di balik perjalanan para atlet pelajar.
“Selama ini DBL sudah mengirim ribuan pelajar ke luar negeri. Tahun ini kami ingin para guru juga memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan menambah pengalaman. Karena kami percaya perjalanan seorang student-athlete tidak akan pernah lepas dari peran guru-guru mereka,” ujarnya.
Pendaftaran DBL Super Teacher dibuka secara gratis melalui laman resmi DBL Indonesia. Program ini mengadopsi konsep pembinaan yang selama ini diterapkan pada DBL Camp, mulai dari proses seleksi, pelatihan, hingga kesempatan belajar ke luar negeri.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut DBL Super Teacher menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas guru di Indonesia.
“Program ini penting untuk peningkatan kualitas dan kapasitas guru,” katanya saat menerima audiensi Founder sekaligus CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda.
Menurut Azrul, guru memiliki peran yang tak terpisahkan dari perjalanan DBL sejak kompetisi pertama kali digelar pada 2004. Selain mendampingi tim di setiap pertandingan, guru juga berperan membentuk karakter, disiplin, sportivitas, dan semangat kolaborasi para student-athlete.
Editor : Tia Lalita Novitri