Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Finalis Duta Pepelingasih Kabupaten HSS Belajar Kelola Sampah, Langsung Praktik Bikin Eco Brick

M Padil Ihsan • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:48 WIB
KELOLA SAMPAH: 10 finalis Pemilihan Duta Pepelingasih HSS 2026 menerima pembekalan tentang pengelolaan sampah di Bank Sampah HSS. (Foto: Duta Pepelingasih HSS) 
KELOLA SAMPAH: 10 finalis Pemilihan Duta Pepelingasih HSS 2026 menerima pembekalan tentang pengelolaan sampah di Bank Sampah HSS. (Foto: Duta Pepelingasih HSS) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Sampah ternyata tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di tangan yang tepat, limbah justru bisa bernilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan.

Hal itulah yang dipelajari 10 finalis Duta Pepelingasih Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 2026 saat mengikuti pembekalan lapangan di Bank Sampah Induk Mufakat, Jumat (3/7/2026). Selama hampir empat jam, mereka diajak melihat langsung bagaimana sampah dikelola hingga memiliki nilai manfaat.

Setibanya di lokasi, para finalis diajak berkeliling mengenal aktivitas di Bank Sampah Induk Mufakat. Mereka menyaksikan proses penerimaan sampah dari nasabah, pemilahan berdasarkan jenisnya, hingga tahapan pengelolaan sebelum sampah dipasarkan kembali.

Tak hanya melihat, para finalis juga aktif berdiskusi dengan pengelola mengenai pengembangan bank sampah, manfaat ekonominya bagi masyarakat, hingga tantangan membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Pengelola Bank Sampah Induk Mufakat, Abdurrahman, menegaskan bahwa keberadaan bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, tetapi juga sarana mengubah pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan limbah.

"Kalau sampah sudah dipilah sejak dari rumah, pengelolaannya akan lebih mudah. Selain itu, sampah juga memiliki nilai ekonomi karena bisa ditabung di bank sampah," ujarnya.

Suasana pembekalan semakin menarik ketika para finalis diajak mempraktikkan pembuatan eco brick. Limbah plastik yang selama ini sulit terurai diolah menjadi bahan yang masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. 

"Melalui eco brick, plastik yang sulit terurai masih bisa dimanfaatkan. Harapannya, peserta bisa menerapkan ini di lingkungan masing-masing dan mengajak masyarakat ikut memilah sampah," tambah Abdurrahman.

Sebagai bentuk tindak lanjut, seluruh finalis juga didaftarkan sebagai nasabah Bank Sampah Induk Mufakat. Mereka dikenalkan dengan mekanisme tabungan sampah, mulai dari pembukaan rekening hingga sistem administrasi yang berlaku.

Pembekalan lapangan ini menjadi salah satu bekal bagi para finalis sebelum melangkah ke tahapan berikutnya dalam ajang Duta Pepelingasih HSS 2026. Tak hanya memahami teori, mereka juga diharapkan mampu menjadi contoh dalam mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan.

Editor : Fauzan Ridhani
Duta Pepelingash pembekalan lapangan bank sampah Pemkab HSS Kandangan