Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Terinspirasi Aktivitas Pertambangan, Komunitas Wiramartas FEB ULM Singgung Penguasa Tamak Lewat Pentas Teater Cipoa di Mahligai Pancasila

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 15 November 2025 | 17:09 WIB
SINGGUNG PENGUASA:Pentas teater bertajuk Cipoa yang dibawakan para mahasiswa Komunitas Wiramartas, FEB ULM Banjarmasin di Gedung Mahligai Pancasila, Sabtu (15/11/2025) sore.
SINGGUNG PENGUASA:Pentas teater bertajuk Cipoa yang dibawakan para mahasiswa Komunitas Wiramartas, FEB ULM Banjarmasin di Gedung Mahligai Pancasila, Sabtu (15/11/2025) sore.

BANJARMASIN - Sekelompok pekerja tambang diam-diam menyusun rencana ingin mengangkut temuan berharga berupa batuan mengandung emas tanpa diketahui pemilik tambang.

Sedangkan, pemilik tambang yang disebut juragan juga sama liciknya. Ia sekeluarga berniat mengeksploitasi karyawan agar bisa meraup keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya.

Diiringi dentuman musik dan sorot lampu yang mengaduk emosi, pada akhirnya mereka semua harus merugi.

Kekayaan sumber daya alam yang selama ini mereka cari, justru dijual kepada penadah asing dengan harga yang sangat murah akibat kekeliruan dari sifat tamak dan perilaku serakah.

Begitulah aksi teater bertajuk Cipoa yang dibawakan para mahasiswa dari Komunitas Wiramartas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin di Gedung Mahligai Pancasila, Sabtu (15/11/2025) sore.

"Cipoa ini menyinggung kejujuran terhadap penguasa yang serakah. Yang ujungnya ia juga kena karma akibat keserakahan," ujar Ketua Pelaksanaan Pentas Tunggal Wiramartas, Muhammad Zain.

Yang lebih menarik, teater dinilai mengekspresikan sisi gelap manusia akan keserakahan yang dikemas dalam seni akting teater yang dikolaborasikan paduan suara, permainan alat musik, dan salah satu tari adat Dayak.

Secara tak langsung, teater Cipoa karya Putu Wijaya dan disutradarai oleh Putera Kamarul Hidayat ini juga menyinggung realita kehidupan, khususnya di Kalimantan Selatan.

"Kita mengambil naskah ini karena yang nyata di era kita sekarang dan itu yang terjadi. Pertambangan di sini dikeruk cuma untuk masing-masing para penguasa," ucap Zain menyampaikan asal usul ide sutradara.

Mahasiswa Prodi Manajemen ini menambahkan pesan moral tentang betapa pentingnya kejujuran sebagai dasar keadilan.

Menurutnya, kebohongan sejatinya akan merugikan orang lain dan perlahan menggerogoti diri sendiri.

Pentas Tunggal Wiratamas ini juga digelar sebagai peringatan hari jadi ke-19 tahun Komunitas Wiramartas.

Mereka berharap mahasiswa dapat terus melek dengan kesenian yang dilakukan para pegiat seni, khususnya yang ada di FEB ULM.

Pentas Tunggal Wiramartas ini ditutup dengan riuh tepuk tangan penonton dan sesi tanya jawab kepada aktor dan seluruh kru yang terlibat dalam pementasan.

Editor : Fauzan Ridhani
#universitas lambung mangkurat #pentas teater #banjarmasin #aktivitas pertambangan #ULM