KOTABARU – Pemkab Kotabaru merayakan Hari Jadi Kotabaru ke-74 dengan pagelaran tarian kolosal "Sendratari Manjulang" di Siring Laut Kotabaru, Sabtu (1/6) malam. Pertunjukan ini diproduksi oleh Sanggar Seni Pusaka Sa-Ijaan yang dipimpin oleh Firhansyah, dikenal sebagai Ifir di kalangan budayawan Kalimantan Selatan.
Sekitar 150 penari dari sanggar seni tersebut turut berpartisipasi, menampilkan cerita rakyat tentang Datu Mabrur dan Ikan Todak. Pertunjukan ini berhasil memukau penonton dengan kualitas tarian yang berkelas dan ekspresi mendalam para penarinya.
Cerita ini berkisah tentang Datu Mabrur, seorang sakti yang bertapa di selat laut Pulau Kalimantan dan Selat Makassar. Dalam meditasinya, ia berhadapan dengan Ikan Todak, yang kemudian menyanggupi permintaan Datu Mabrur untuk membuat pulau baru. Pulau ini kemudian dikenal sebagai Pulau Laut, dan Ikan Todak menjadi simbol Kabupaten Kotabaru dengan slogan "Saijaan" yang berarti semufakat, satu hati, dan seiya sekata.
Salah satu penonton, Ati Hariati dari Tanah Bumbu, mengungkapkan kekagumannya terhadap pertunjukan tersebut. “Sangat spektakuler, saya kira penarinya sedikit ternyata dari remaja sampai anak-anak banyak sekali,” ujarnya.
Lailatul Fitri, salah satu penanggung jawab dari tim kolosal, menyatakan kebahagiaannya atas respon positif dari masyarakat. “Alhamdulillah, terima kasih antusias dan apresiasinya. Ini menambah semangat kami terus berkarya di Bumi Indonesia ini,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa persiapan pertunjukan memakan waktu sekitar satu bulan dan berharap masyarakat Kotabaru dan Kalimantan Selatan terus mendukung karya-karya mereka.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief