Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Festival Salikur Kembali Digelar di Banjarbaru, Catat Tanggal Pendaftaran dan Penilaiannya

M Fadlan Zakiri • Senin, 11 Maret 2024 | 09:17 WIB
DIGELAR LAGI: Dewan juri Festival Salikur saat menilai hiasan tanglong di salah satu RT di Banjarbaru pada Ramadan 2023 lalu. Tahun ini kegiatan tersebut digelar lagi.
DIGELAR LAGI: Dewan juri Festival Salikur saat menilai hiasan tanglong di salah satu RT di Banjarbaru pada Ramadan 2023 lalu. Tahun ini kegiatan tersebut digelar lagi.

BANJARBARU - Suasana Ramadan di Banjarbaru tahun ini kembali dimeriahkan dengan Festival Salikur. Kepastian itu terlihat dalam rapat panitia pelaksana dan dewan juri yang dilaksanakan Disporabudpar Banjarbaru belum lama tadi.

Kepala Disporabudpar Banjarbaru, A Yani Makkie mengatakan, pendaftaran Festival Salikur sudah dibuka sejak tanggal 7 sampai 15 Maret 2024 mendatang.

Sedangkan technical meetingnya dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2024. "Festival Salikur ini untuk menyemarakkan bulan Ramadan, sesuai dengan arahan dan inisiasi Pak Wali Banjarbaru," ujar Yani Makkie saat dikonfirmasi, Minggu (10/3) siang

Yani menjelaskan, Festival Salikur ini merupakan salah satu agenda pariwisata dalam Calendar of Event (CoE) Kota Banjarbaru 2024 yang diluncurkan pada Sabtu (2/3) lalu. "Pendaftaran Festival Salikur ini gratis. Sebagai reward, para pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan dan juga trofi," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Festival Salikur 2024, Tri Hayat Ariwibowo menambahkan, Festival Salikur tahun ini merupakan bentuk komitmen Pemko Banjarbaru untuk memupuk serta meningkatkan rasa gotong royong dan kebersamaan masyarakat.

Tahun ini lanjutnya, Festival Salikur diisi dengan lomba Tanglong, lampion, gapura, tampilan budaya, dan lomba foto salikur. “Ada penambahan kategori, yaitu tampilan budaya," sebut Tri.

Tambahan tampilan budaya ini, beber Trihayat, merupakan saran dan masukan dari masyarakat yang diakomodir oleh panitia.

Ia berharap para peserta tidak hanya menghias lingkungan dengan tanglong dan lampion ataupun lainnya, tetapi juga menampilkan kesenian ataupun budaya yang dimiliki masyarakatnya. “Karena kita tahu banyak potensi seni budaya yang dimiliki oleh warga Kota Banjarbaru," tuntasnya.

Adapun waktu penilaian oleh para dewan juri dilakukan dari malam ke-21 Ramadan (Malam Selikur) sampai akhir bulan Ramadan.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#banjarbaru #Salikur #ramadan #festival