Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hadirkan Prof Eka, Siloam Hospital Gelar Edukasi Kesehatan Otak

Arief • Minggu, 28 Agustus 2022 | 14:03 WIB
ANTUSIAS: Pemutaran film 3D tentang kehebatan otak manusia dan ancaman penyakitnya diikuti oleh sekitar 200 penonton yang antusias. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN
ANTUSIAS: Pemutaran film 3D tentang kehebatan otak manusia dan ancaman penyakitnya diikuti oleh sekitar 200 penonton yang antusias. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN


BANJARMASIN - Siloam Hospital Banjarmasin menggelar pemutaran film 3D dan edukasi tentang kesehatan otak, Sabtu (28/7) malam. Berlangsung di Studio 3 XXI Duta Mall Banjarmasin.

Diikuti oleh hampir 200 peserta. Film itu menceritakan tentang peran penting otak bagi manusia. Merupakan dokumenter proses operasi beberapa kasus penyakit otak yang pernah ditangani Tim Bedah Saraf Siloam Indonesia.

Profesor Eka J Wahjoepramono menjadi narasumber dalam pemutaran film 3 dimensi itu. Ia juga menjelaskan tentang ancaman penyakit pada otak. Seperti tumor hingga kanker otak.

Proses pengangkatan penyakit pada otak juga ditampilkan. Dengan mengandalkan alat yang canggih, Tim Bedah Saraf Siloam Indonesia berhasil menangani sejumlah kasus serius.

"Salah satunya pengangkatan tumor pada batang otak, itu susahnya minta ampun," tuturnya.

Film itu juga menampilkan para pasien yang berhasil ditindak. Kembali pulih dan bisa beraktivitas normal seperti sendia kala.

Tidak hanya itu saja, dalam film ini juga dijelaskan bahwa penyakit-penyakit terkait otak khususnya stoke sebenarnya bisa diantisipasi.

"Stroke bisa dihindari 95 persen dengan deteksi dini. Apalagi teknologi di Indonesia sekarang sudah menunjang," ucap Prof Eka.

Lelaki yang juga Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Indonesia ini menambahkan, bahwa penyakit stroke merupakan penyakit pembunuh nomor 2.

"Pembunuh nomor dua di duna, dan juga pembuat cacat nomor satu di dunia," jelasnya didampingi oleh dr Ferry Chandra Satriawan selaku dokter spesialis bedah saraf RS Siloam Banjarmasin.

Ia juga menerangkan, bahwa edukasi terkait dengan keistimewaan sekaligus ancaman penyakit pada otak dengan menggunakan film 3D ini merupakan yang pertama kali.

"Hanya ada satu di dunia dan itu yang kita punya. Dikemas dengan edukasi publik melalui 3D cinema," katanya.

Sementara itu Direktur RS Siloam Banjarmasin, dr Ludiwiyk menerangkan, bahwa dirinya sangat mendukung acara tersebut. Edukasi tentang pentingnya otak sangat dibutuhkan.

"Sejalan dengan harapan Prof Eka, kita ingin memberikan edukasi bahwa kesehatan otak tidak bisa diabaikan," ujarnya.

Ia berharap, para peserta teredukasi dan lebih memperhatikan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Agar dapat mendeteksi dini kemungkinan penyakit yang akan muncul. "RS Siloam Banjarmasin sangat mendukung gelaran pemutaran film ini," ucap dr Ludiwyk.

Tim bedah saraf Siloam Indonesia sendiri terdiri dari 26 dokter spesialis saraf dari seluruh Indonesia. dr Ludiwyk salah satunya. "Kita bekerja sebagai tim, terutama untuk menangani kasus-kasus berat. Saling bantu," tuntasnya.

Salah seorang penonton, Yinni (39) mengaku antusias dengan pemutaran film 3D itu. Terutama tentang penjelasan mengenai antisipasi stroke. "Pengetahuan saya bertambah. Karena suami menderita stroke, saya juga jadi lebih aware dengan pemaparan tentang stroke oleh prof Eka tadi," tuntasnya. (tia)


Editor : Arief
#RS Siloam