Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sepak Bola Banua Kehilangan Sosok Negosiator Handal — H Syarifuddin Ardasa, Asisten Manajer Barito Putera, Berpulang

M Idris Jian Sidik • Jumat, 17 Juli 2026 | 12:38 WIB
Almarhum H Syarifuddin Ardasa (paling kiri) mendampingi perkenalan pemain baru PS Barito Putera, Marcel Sacramento, dalam salah satu momen yang mencerminkan perannya sebagai asisten manajer Laskar Antasari. Kemampuan Bang Udin dalam merekrut dan mendatangkan pemain berkualitas menjadi salah satu warisan terbesar yang ia tinggalkan bagi keluarga besar PS Barito Putera. Innalillahi wa inna ilaihi raji
Almarhum H Syarifuddin Ardasa (paling kiri) mendampingi perkenalan pemain baru PS Barito Putera, Marcel Sacramento, dalam salah satu momen yang mencerminkan perannya sebagai asisten manajer Laskar Antasari. Kemampuan Bang Udin dalam merekrut dan mendatangkan pemain berkualitas menjadi salah satu warisan terbesar yang ia tinggalkan bagi keluarga besar PS Barito Putera. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Bang Udin berpulang pada Kamis (16/7/2026) dalam usia 52 tahun.

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Di balik setiap klub sepak bola yang besar, selalu ada nama-nama yang bekerja keras di luar sorotan kamera. Nama-nama yang tidak mencetak gol, tidak mengatur taktik di pinggir lapangan, namun tanpa mereka — pemain terbaik tidak akan pernah tiba, kontrak tidak akan pernah disepakati, dan roda organisasi tidak akan berputar sebagaimana mestinya.

H Syarifuddin Ardasa adalah salah satu dari nama-nama itu.

Kabar duka menyeruak dari Banjarmasin pada Kamis (16/7/2026) pukul 19.57 WITA. Tokoh yang selama bertahun-tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar PS Barito Putera itu berpulang di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin dalam usia 52 tahun. Sosok yang akrab disapa Bang Udin itu meninggalkan warisan panjang — di dunia pers, di dunia politik, dan yang tidak kalah dalamnya, di dunia sepak bola Kalimantan Selatan.

Jenazah almarhum disemayamkan di kediamannya di Jalan Trans Kalimantan, Komplek Kebun Jeruk III Nomor 7, Banjarmasin. Sejak malam kepergiannya, rumah duka terus dipadati keluarga, sahabat, rekan sesama jurnalis, dan sejumlah tokoh yang datang untuk melepas kepergiannya.

Pada Jumat (17/7/2026), jenazah dibawa ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin untuk dimandikan, dilanjutkan dengan shalat jenazah usai Shalat Jumat, sebelum perjalanan terakhir menuju Alkah Mahabbah, Sekumpul, Martapura.

Nama H Syarifuddin Ardasa bukan nama asing di lorong-lorong markas Barito Putera. Kepercayaan itu bermula dari almarhum H Abdussamad Sulaiman HB, pendiri Barito Putera, yang pada 2014 menunjuk Bang Udin untuk mendampingi manajer Hasnuryadi Sulaiman sebagai asisten manajer klub kebanggaan urang Banua.

Amanah itu tidak ia emban setengah-setengah. Selama periode 2015-2019, Bang Udin dikenal sebagai sosok yang bekerja keras dan totalitas — khususnya dalam urusan rekrutmen pemain yang menjadi salah satu tanggung jawab utamanya.

Akhmad Redhaian, pembina Barito Mania yang akrab disapa Dayan dan juga pernah bertugas sebagai fisioterapi tim selama Bang Udin menjabat, menyebut almarhum sebagai sosok yang luar biasa dalam menjalankan peran tersebut.

"Saya sangat kagum dengan beliau. Selalu fokus dan semangat dalam bekerja," kenang Dayan, Jumat (17/7/2026).

Lebih dari sekadar ketekunan, yang membuat Bang Udin berbeda dalam mata Dayan adalah kemampuannya membangun kepercayaan dan menegosiasikan kesepakatan yang tidak mudah.

"Rekrutan pemain terbaik di Barito pernah beliau yang tangani. Ini menandakan bahwa beliau seorang negosiator yang handal," ujar Dayan.

Di luar urusan rekrutmen, Bang Udin juga meninggalkan kesan yang hangat bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya.

"Dalam tim dulu pun beliau orang yang dermawan, suka mentraktir, tidak perhitungan. Semoga beliau husnul khotimah. Aamiin," tutup Dayan.

Duka yang sama juga dirasakan oleh kalangan suporter Laskar Antasari. Ketua Bidang Suporter Barito Mania, Aldino Yoga yang akrab disapa Adul, menyampaikan belasungkawa yang tulus atas nama seluruh keluarga besar Barito Mania.

"Yang pertama-tama, saya bersama seluruh Barito Mania turut berdukacita atas kepulangan asisten manajer PS Barito Putera 2015-2019. Husnul Khatimah gasan beliau, aamiin," ujar Adul.

Bagi Adul, sosok Bang Udin bukan sekadar nama yang tercatat dalam struktur manajemen. Ia adalah figur yang meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang pernah bersinggungan dengannya di lingkup Barito Putera.

"Mengingatkan sosok beliau sewaktu menjabat sebagai asisten manajer PS Barito Putera, tentu sangat luar biasa. Sosok yang totalitas dan semangat untuk Laskar Antasari di masa itu," kenang Adul.

Di luar dunia sepak bola, Bang Udin adalah juga seorang jurnalis yang pernah bertugas sebagai redaktur di harian Radar Banjarmasin dan tercatat sebagai anggota aktif PWI Kalimantan Selatan. Ia juga adalah kader senior Partai Golkar yang menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin setelah sebelumnya dipercaya sebagai Ketua Bapilu partai tersebut di tingkat kota.

Tiga dunia yang berbeda — pers, politik, dan sepak bola — namun ditempuhnya dengan satu hal yang sama: dedikasi yang tidak pernah setengah-setengah.

Selamat jalan, Bang Udin. Di Alkah Mahabbah, Sekumpul, nama dan jejakmu di Barito Putera — dan di Banua ini — tidak akan mudah terhapus oleh waktu.

Editor : Arif Subekti
asisten manajer kalimantan selatan banjarmasin Barito Putera tokoh politik