RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, DALLAS – Harapan Prancis untuk kembali mencicipi panggung final Piala Dunia 2026 kandas di tangan Spanyol. Les Bleus harus menelan pil pahit setelah takluk 0-2 pada laga semifinal di Dallas Stadium, Rabu (15/7) dini hari Wita.
Kekalahan ini tamparan keras bagi Prancis yang digadang-gadang sebagai salah satu favorit juara. Sementara, Spanyol kini menatap partai puncak, menunggu pemenang antara Inggris dan Argentina yang berlangsung dini hari tadi.
Prancis datang dengan ambisi besar, dipimpin Kylian Mbappé di lini serang. Namun, kreativitas mereka seakan lumpuh di hadapan disiplin taktik Spanyol. Serangan balik yang sempat mengancam tak pernah benar-benar berbuah peluang bersih.
Pertahanan La Roja tampil kokoh, dengan Unai Simon sigap di bawah mistar dan Marc Cucurella sukses meredam pergerakan Mbappé sepanjang laga. Hingga peluit panjang berbunyi, Prancis tak mampu membalas. Kekalahan ini memaksa mereka turun kasta ke perebutan tempat ketiga.
Sebaliknya, Spanyol tampil efektif dan klinis. Gol Mikel Oyarzabal dari titik penalti serta penyelesaian Pedro Porro hasil kerja sama dengan Dani Olmo memastikan langkah La Roja ke final. Catatan enam kali nirbobol dari tujuh laga mempertegas dominasi mereka, menyamai rekor pertahanan terbaik tim juara dunia.
Pelatih Luis de la Fuente menegaskan kemenangan ini adalah buah dari proses panjang. “Hari ini kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, tetapi di hadapan mereka berdiri tim terbaik di dunia,” ujarnya.
Di kubu Prancis, nada kecewa terdengar jelas. Gelandang Rayan Cherki mengakui timnya kalah kelas. “Mereka lebih baik dari kami di setiap aspek permainan dan memiliki keinginan menang yang lebih besar,” ungkapnya. Ia menilai Les Bleus tampil jauh di bawah standar, kehilangan arah baik secara teknis, taktis, maupun mental. “Kami kehilangan segalanya di pertandingan ini. Kami akan kembali empat tahun lagi dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” katanya.
Editor : Arief