RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, NEW JERSEY – Brasil harus menelan pil pahit di Piala Dunia 2026 setelah langkah mereka terhenti di babak 16 besar. Tim berjuluk Selecao itu takluk 1-2 dari Norwegia dalam pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (6/7) pagi Wita.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di fase gugur. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1990 di Italia, Brasil gagal melangkah lebih jauh dari babak 16 besar. Dalam delapan edisi Piala Dunia setelahnya, tim lima kali juara dunia itu selalu mampu menembus setidaknya babak perempat final.
Hasil ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi Carlo Ancelotti yang baru memimpin Brasil sejak Mei 2025. Pelatih asal Italia itu datang dengan misi mengembalikan kejayaan Selecao, namun langkahnya harus terhenti lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ironisnya, Brasil sebenarnya tampil lebih dominan pada sebagian besar pertandingan. Mereka mampu mengontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, termasuk hadiah penalti pada menit ke-14. Namun, eksekusi Bruno Guimarães berhasil digagalkan kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Kegagalan memanfaatkan peluang itu menjadi titik balik pertandingan. Norwegia yang tampil disiplin, justru menghukum kelengahan Brasil pada fase akhir laga. Erling Haaland membuka keunggulan melalui sundulan tajam pada menit ke-79 setelah menyambut umpan silang dari sisi kanan.
Ketika Brasil mulai meninggalkan ruang di lini belakang demi mengejar gol penyeimbang, Haaland kembali menunjukkan kualitasnya. Pada menit ke-90, penyerang Manchester City tersebut melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung kiper Brasil. Gol itu memastikan Norwegia unggul 2-0 sekaligus membungkam publik yang lebih banyak menjagokan Selecao.
Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+10. Namun gol tersebut tak cukup menghindarkan mereka dari kekalahan 1-2.
Bagi Norwegia, kemenangan ini menjadi pencapaian bersejarah. Mereka memastikan tiket ke babak perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya, sekaligus mempertahankan catatan positif saat menghadapi Brasil di turnamen besar.
Di balik keberhasilan tersebut, Haaland kembali menjadi pusat perhatian. Dua gol yang dicetaknya membuat koleksi gol sang striker bertambah menjadi tujuh sepanjang Piala Dunia 2026. Torehan itu membuatnya sejajar dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappe di puncak daftar pencetak gol sementara turnamen, menjadikan persaingan perebutan Sepatu Emas semakin terbuka menjelang babak-babak akhir.
Meski kecewa, Carlo Ancelotti menolak melihat kegagalan ini sebagai akhir dari perjalanan Brasil. Baginya, tersingkir di Piala Dunia justru menjadi titik awal membangun generasi baru Selecao menuju 2030.
"Saya pikir kami pantas memenangkan pertandingan ini. Kami mengendalikan permainan selama sekitar 70 menit, tetapi pada akhirnya Haaland menjadi pembeda," ujar Ancelotti.
Ia mengakui hasil tersebut sangat menyakitkan. Namun dengan kontraknya yang masih berlaku hingga 2030, ia bertekad menjadikan kekalahan ini sebagai fondasi untuk membangun tim yang lebih kuat. "Kekalahan adalah awal dari sebuah petualangan baru. Kami harus terus berkembang, mencari ide-ide baru, dan menyempurnakan permainan. Ini bukan akhir, melainkan awal dari siklus baru," katanya.
Kekalahan dari Norwegia juga menjadi penutup perjalanan panjang Neymar bersama tim nasional Brasil. Usai peluit panjang berbunyi, pemain berusia 34 tahun itu tampak tersungkur di lapangan sambil menangis sebelum dihampiri dan dihibur rekan-rekan setimnya. Tak lama kemudian, Neymar memastikan bahwa pertandingan tersebut menjadi penampilan terakhirnya bersama Selecao.
"Saya sudah berusaha, saya sudah berusaha. Sekarang semuanya sudah berakhir. "Saya memulai di sini, dan saya mengakhirinya di sini," ujar Neymar.
Pernyataan tersebut memiliki makna mendalam. MetLife Stadium bukan sekadar tempat Brasil tersingkir, melainkan stadion yang sama ketika Neymar melakoni debut internasionalnya melawan Amerika Serikat pada Agustus 2010. Saat itu ia langsung mencetak gol pada pertandingan pertamanya bersama tim nasional.
Selama 16 tahun membela Selecao, Neymar mencatatkan 130 penampilan dengan torehan 80 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil, melampaui legenda Pele yang mengoleksi 77 gol.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief