Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Preview Portugal vs Uzbekistan, Misi CR7 Bungkam Kritik

M Idris Jian Sidik • Selasa, 23 Juni 2026 | 17:22 WIB
Cristiano Ronaldo, yang dipercaya menjadi ujung tombak
Cristiano Ronaldo, yang dipercaya menjadi ujung tombak

HOUSTON - Tim Nasional Portugal menghadapi laga penting saat berjumpa Uzbekistan pada pertandingan kedua Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Amerika Serikat, Rabu (24/6) dini hari Wita.

Kemenangan menjadi target mutlak bagi Selecao das Quinas untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur sekaligus mengembalikan kepercayaan diri setelah hasil mengecewakan pada laga pembuka.

Portugal datang ke pertandingan ini dalam situasi yang tidak sepenuhnya ideal. Berstatus sebagai unggulan utama Grup K, pasukan Roberto Martinez justru gagal meraih kemenangan saat ditahan imbang Republik Demokratik Kongo 1-1. Hasil tersebut membuat persaingan di grup menjadi lebih terbuka dan memaksa Portugal bekerja lebih keras untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.

Secara permainan, Portugal sebenarnya tampil dominan ketika menghadapi RD Kongo. Mereka menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat banyak kesempatan emas terbuang sia-sia.

Cristiano Ronaldo, yang dipercaya menjadi ujung tombak gagal memberikan dampak signifikan. Penyerang berusia 41 tahun tersebut kesulitan melepaskan diri dari kawalan lawan dan hanya mencatatkan sedikit keterlibatan dalam permainan.

Penampilan Ronaldo pun memicu kritik dari berbagai pihak. Tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan Roberto Martinez yang tetap mempertahankannya hingga pertandingan berakhir meski Portugal membutuhkan gol kemenangan.

Namun, Martinez tetap berdiri di belakang sang kapten. Menurutnya, pemain sekelas Ronaldo tetap memiliki pengaruh besar di lapangan, bahkan ketika tidak mencetak gol atau memberikan assist.

Pelatih asal Spanyol itu menilai keberadaan CR7 mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya serta memberi ancaman konstan kepada lini pertahanan lawan. "Dalam situasi seperti itu, Anda dapat memanfaatkan kualitas Ronaldo. Tidak masuk akal mengeluarkan pemain seperti Cristiano ketika tim sedang membutuhkan gol," ujar Martinez.

Kepercayaan yang diberikan sang pelatih membuat Ronaldo diprediksi kembali menjadi starter saat menghadapi Uzbekistan. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemilik lima Ballon d'Or tersebut untuk menjawab kritik dan membuktikan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia.

Dukungan terhadap Ronaldo juga datang dari rekan setimnya. Bek Portugal Diogo Dalot menegaskan bahwa ruang ganti tim tetap menaruh kepercayaan penuh kepada sang kapten.

Menurutnya, Ronaldo telah menghadapi tekanan dan kritik sepanjang kariernya. Karena itu, situasi yang terjadi setelah pertandingan melawan RD Kongo diyakini tidak akan memengaruhi mental maupun performanya. "Semua orang tahu bagaimana Cristiano menghadapi kritik. Tekanan adalah bagian dari kompetisi level tertinggi. Pandangan kami terhadap dirinya tidak berubah," kata Dalot.

Sisi lain, Uzbekistan datang dengan misi yang tidak kalah penting. Kekalahan 1-3 dari Kolombia pada pertandingan pertama membuat wakil Asia Tengah itu berada dalam posisi sulit.

Sebagai tim debutan di Piala Dunia, Uzbekistan memang tidak banyak diunggulkan. Namun, keberhasilan mereka mencapai putaran final menjadi bukti perkembangan pesat sepak bola negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Pelatih Fabio Cannavaro menyadari timnya akan menghadapi salah satu kekuatan terbesar di turnamen ini. Karena itu, mantan kapten Italia tersebut berusaha mengurangi tekanan terhadap para pemainnya. "Kami menghadapi salah satu tim terbaik di Piala Dunia. Portugal memiliki banyak pemain bintang dan tentu saja mereka memiliki Cristiano Ronaldo," ujar Cannavaro.

Meski mengakui kualitas lawan, Cannavaro menegaskan bahwa Uzbekistan tidak datang untuk menyerah begitu saja. Ia berharap para pemainnya mampu belajar dari kekalahan melawan Kolombia dan tampil lebih berani dalam membangun serangan.

"Portugal sangat nyaman mengontrol permainan. Mereka membangun serangan melalui umpan-umpan pendek dan mampu menciptakan ancaman dalam berbagai situasi. Karena itu kami harus bertahan dengan disiplin dan tetap fokus sepanjang pertandingan," katanya. (bir/mof)

Editor : Arief
#timnas uzbekistan #cristiano ronaldo #timnas portugal #piala dunia