Menjamu Kendal Tornado FC di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Laskar Antasari harus puas berbagi angka tanpa gol, Minggu (22/2/2026).
Didukung ribuan suporter, PS Barito Putera tampil agresif sejak menit awal. Laskar Antasari langsung menekan lini pertahanan tim tamu dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Salah satu kesempatan emas hadir lewat sundulan Alexsandro yang hampir merobek jala Kendal Tornado. Namun, upaya tersebut masih mampu digagalkan kiper Laskar Badai Pantura.
Kendal Tornado tidak tinggal diam. Tim besutan Stefan Rullin Keeltjes beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Memasuki menit ke-30, tempo pertandingan yang semula tinggi mulai menurun. Kedua tim memilih bermain lebih sabar dengan membangun serangan secara perlahan.
Dominasi awal Barito Putera perlahan memudar. Kendal Tornado mulai menguasai lini tengah dan mengontrol alur permainan. Memasuki babak kedua, Barito kembali meningkatkan intensitas serangan. Peluang lewat skema bola mati sempat diperoleh, tetapi sundulan Renan Alves masih melambung di atas mistar.
Petaka datang pada menit ke-48. Barito Putera harus bermain dengan 10 orang setelah Yuswanto Aditya menerima kartu merah akibat tekel keras terhadap Muhammad Ragil. Unggul jumlah pemain, Kendal Tornado langsung meningkatkan tekanan dan berupaya memanfaatkan situasi tersebut.
Namun keunggulan jumlah pemain tak bertahan lama. Pada menit ke-57, striker Kendal Tornado, Patrick Dos Santos, juga diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua akibat mengangkat kaki terlalu tinggi. Kedua tim pun kembali seimbang dengan sama-sama bermain 10 orang.
Meski demikian, kendali permainan tetap lebih banyak berada di pihak tim tamu. Barito Putera terpaksa bermain lebih bertahan untuk meredam gempuran lawan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor kacamata 0-0 tak berubah.
Hasil imbang ini membuat langkah Laskar Antasari dalam persaingan memperebutkan tiket promosi ke Liga 1 semakin berat.
Pelatih Stefano Cugurra menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi kepada para pendukung yang hadir langsung di Stadion 17 Mei.
“Kami harus berterima kasih kepada suporter yang datang mendukung hari ini. Tentu kami semua kecewa karena tidak bisa memberikan kemenangan. Kami minta maaf kepada masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan yang ingin melihat Barito menang,” ujarnya.
Pelatih yang akrab disapa Teco itu menegaskan timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari segi organisasi permainan, taktik, hingga penyelesaian akhir.
“Semua pemain juga ingin menang. Kami harus memperbaiki organisasi tim, kerja sama, dan lebih tenang saat punya peluang. Crossing sudah ada, peluang juga ada, tapi finishing harus lebih baik,” jelasnya.
Editor : Sutrisno