MADRID - Santiago Bernabeu akhirnya bersuara. Para pendukung Real Madrid secara terbuka menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap performa tim dan pelatih anyar, Alvaro Arbeloa.
Setelah hasil mengecewakan di beberapa ajang sebelumnya, laga kandang La Liga melawan Levante, Sabtu (17/1) menjadi panggung pelampiasan emosi para Madridista.
Sorakan ejekan sudah terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai. Saat bus Real Madrid tiba di area stadion, siulan dan cemoohan pertama langsung terdengar. Atmosfer panas ini seolah menjadi penanda bahwa malam itu tidak akan berjalan biasa-biasa saja.
Situasi semakin memanas ketika para pemain memasuki lapangan untuk melakukan pemanasan. Untuk kedua kalinya, sorakan ejekan menggema dari tribun. Beberapa pemain menjadi sasaran utama, terutama Jude Bellingham dan Vinicius Junior, yang mendapatkan tekanan besar dari publik Bernabeu.
Melansir El Nacional, puncak ketidakpuasan suporter terjadi tepat di awal pertandingan. Ketika para pemain Real Madrid kembali ke lapangan dan laga dimulai, cemoohan terdengar semakin keras. Lambaian sapu tangan putih pun terlihat di sejumlah sudut stadion, simbol klasik kekecewaan pendukung Los Blancos.
Bahkan, teriakan "Florentino, mundur!" sempat terdengar dari tribun. Ketidakpuasan ini sejatinya telah memuncak sejak beberapa jam sebelum pertandingan, dan akhirnya benar-benar meledak saat bola mulai bergulir.
Alvaro Arbeloa, yang berusia 43 tahun pada Minggu (18/1), juga menjadi sasaran sorakan. Ia mendapat kritik tajam setelah kekalahan di laga debutnya yang berujung tersingkirnya Real Madrid dari Copa del Rey. Debut pertamanya di Bernabeu pun berlangsung dengan cara yang jauh dari bayangan ideal.
Meski berada di bawah tekanan besar, Real Madrid tampil lebih serius dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Arbeloa menurunkan tim terbaiknya tanpa kompromi. Para pemain inti langsung dimainkan, menunjukkan tekad untuk meraih kemenangan dan meredam amarah publik sendiri.
Dalam laga itu, Los Blancos berhasil menang dengan skor 2-0.
Editor : Arief