LONDON – Masa depan Alejandro Garnacho di Manchester United semakin menjadi sorotan. Laporan terbaru dari Sky Sports menyebutkan bahwa Chelsea diprediksi akan segera mengajukan tawaran resmi untuk mendapatkan tanda tangan winger muda asal Argentina tersebut.
Langkah Chelsea ini diperkirakan akan memicu perbincangan panas di bursa transfer, mengingat Garnacho merupakan salah satu talenta muda dengan potensi besar di Premier League.
Namun, pelatih United Ruben Amorim disebut telah mengirimkan pesan peringatan kepada calon pembeli, termasuk Chelsea, untuk tidak berharap mendapatkan sang pemain dengan harga murah.
Manchester United akan mengawali musim Premier League 2025-2026 dengan harapan besar setelah musim lalu berjalan mengecewakan. Tim asuhan Ruben Amorim dijadwalkan menghadapi Arsenal di Old Trafford pada laga perdana, Minggu mendatang.
Sejak awal bursa transfer musim panas ini, United sudah melakukan sejumlah pembelian signifikan untuk memperkuat lini serang, termasuk merekrut Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko. Kedua pemain tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya gedor tim, yang pada musim sebelumnya sering kali mandek di lini depan.
Meski demikian, tidak semua pemain mendapat tempat di rencana Amorim musim ini. Sejumlah nama, termasuk Garnacho, masuk dalam daftar yang masa depannya diragukan.
Menurut Sky Sports, pihak Manchester United meyakini Chelsea akan datang dengan tawaran resmi. Namun, klub asal London tersebut disebut berencana mengajukan harga jauh di bawah valuasi United yang mencapai 50 juta Poundsterling, atau setara Rp 1.03 triliun.
Sumber yang sama melaporkan bahwa hubungan antara Garnacho dan Amorim sudah retak, membuat peluang transfer semakin besar. “Chelsea melihat adanya kesempatan untuk mendapatkan Garnacho dengan harga yang lebih rendah dari permintaan United,” ungkap laporan itu.
Performa Garnacho musim lalu memang jauh dari kata memuaskan. Dari 38 laga Premier League, ia hanya mencetak enam gol dan dua assist. Sejak promosi ke tim utama pada musim 2022-2023, torehan gol terbanyaknya di liga hanya tujuh. Konsistensi menjadi masalah utama, terutama di sepertiga akhir lapangan.
Meski begitu, di usianya yang baru 21 tahun, banyak pihak percaya bahwa Garnacho masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Membayar harga tinggi demi investasi jangka panjang dianggap wajar bagi pemain muda dengan kualitas mentah yang menjanjikan.
Editor : Arief