LONDON - Tottenham Hotspur kembali menunjukkan minat serius kepada playmaker Crystal Palace, Eberechi Eze. Mereka memiliki kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini serang setelah sejumlah perubahan skuad pada musim panas ini.
Ketertarikan Spurs pun berpotensi memunculkan perang tawaran dengan Arsenal yang juga tertarik merekrut gelandang kreatif berusia 27 tahun tersebut. Di bawah arahan pelatih baru Thomas Frank, Tottenham Hotspur sudah cukup aktif bergerak di bursa transfer.
Mereka merekrut Mohammed Kudus dengan nilai 55 juta Poundsterling (sekitar Rp 1,14 triliun) dan meminjam Joao Palhinha, serta mengonversi status peminjaman Mathys Tel dan Kevin Danso menjadi permanen.
Namun, kepergian legenda klub Son Heung-min ke LAFC senilai 15 juta Poundsterling (Rp 312 miliar) dan cedera ACL yang dialami James Maddison membuat Spurs masih butuh amunisi baru di lini depan. Mereka pun melayangkan tawaran 43,3 juta Poundsterling (sekitar Rp 900 miliar) ke Manchester City untuk winger muda Savinho, walau belum mendapatkan lampu hijau.
Dalam konteks ini, Tottenham dilaporkan kembali membuka negosiasi dengan Crystal Palace untuk mendatangkan Eberechi Eze, sosok yang dianggap bisa mengisi kekosongan kreativitas di sektor serang mereka.
Eze disebut cukup antusias dengan kemungkinan bergabung ke Tottenham. Namun, keputusan akhir masih ada di tangan Crystal Palace, yang kini sudah tidak lagi mengikat sang pemain dengan klausul pelepasan senilai 68 juta Poundsterling (Rp 1,4 triliun) setelah masa berlakunya berakhir.
Minimnya opsi setelah kegagalan merekrut Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest membuat Thomas Frank dan timnya berusaha lebih keras untuk memboyong Eze. Sayangnya, Tottenham tak bisa mengabaikan kehadiran Arsenal sebagai saingan kuat.
Arsenal sudah menggelontorkan sekitar 200 juta Poundsterling (Rp 4,1 triliun) untuk mendatangkan enam pemain baru musim ini. Pelatih Mikel Arteta bahkan menyatakan klubnya masih aktif mencari tambahan pemain sebelum jendela transfer ditutup pada 1 September.
Eze telah membela Crystal Palace selama lima musim terakhir dan menjadi idola para suporter dengan penampilan impresifnya di bawah asuhan pelatih Oliver Glasner. Pada musim 2024-2025, gelandang serang ini mencetak 14 gol dan 11 assist dalam 43 penampilan di semua kompetisi.
Salah satu momen puncak karier Eze adalah saat mengantarkan Palace meraih trofi besar pertama dalam sejarah 120 tahun klub, yakni memenangkan Piala FA usai mengalahkan Manchester City 1-0 di final bulan Mei lalu.
Baru-baru ini, Eze juga tampil di Community Shield saat Palace mengalahkan juara Premier League Liverpool lewat adu penalti. Meski gagal mengeksekusi penalti, kontribusinya tetap krusial bagi tim.
Editor : Arief