Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pendukung Crystal Palace Demo, Tolak Keputusan Degradasi dari UEFA

Sutrisno • Jumat, 18 Juli 2025 | 20:36 WIB
DEMO: Suporter Crystal Palace menggelar demo di jalanan London. Mereka menolak keputusan UEFA yang menurunkan klub dari kompetisi Liga Europa ke Liga Konferensi Eropa musim 2025/2026. (X/@BobbyManzi)
DEMO: Suporter Crystal Palace menggelar demo di jalanan London. Mereka menolak keputusan UEFA yang menurunkan klub dari kompetisi Liga Europa ke Liga Konferensi Eropa musim 2025/2026. (X/@BobbyManzi)

LONDON - Para pendukung Crystal Palace menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan UEFA yang menurunkan klub dari kompetisi Liga Europa ke Liga Konferensi Eropa musim 2025/2026.

Aksi tersebut terjadi menyusul keputusan UEFA yang mendiskualifikasi Palace dari Liga Europa karena dianggap melanggar aturan multi-club ownership. John Textor, pemegang saham mayoritas Crystal Palace, juga diketahui memiliki Olympique Lyon, klub asal Prancis yang lolos ke Liga Europa.

Berdasarkan regulasi UEFA, dua klub dengan pemilik yang sama tidak diperbolehkan tampil dalam kompetisi Eropa yang sama. Meskipun Textor telah melepas kepemilikan sahamnya di Palace melalui skema blind trust kepada pemilik klub NFL New York Jets, Woody Johnson, UEFA menyatakan bahwa proses tersebut melebihi tenggat waktu yang ditetapkan.

Sebagai hasil dari keputusan ini, posisi Palace di Liga Europa digantikan oleh Nottingham Forest, yang sebelumnya lolos ke Liga Konferensi Eropa. Sementara itu, Lyon tetap berpartisipasi di Liga Europa karena memiliki peringkat domestik yang lebih tinggi dibanding Palace.

Dilansir melalui laman The Guardian, dalam aksi unjuk rasa tersebut, para suporter membawa spanduk bertuliskan “UEFA: Morally Bankrupt” dan menyuarakan yel-yel protes.

Beberapa bagian area sekitar stadion juga tampak dipenuhi coretan grafiti yang menunjukkan kekecewaan terhadap keputusan UEFA.

Flares dan kembang api dinyalakan sebagai bentuk visualisasi kemarahan dan solidaritas di antara para pendukung klub. Salah satu suporter yang turut hadir menyebutkan bahwa demonstrasi ini bertujuan untuk menyuarakan bahwa tim mereka telah memenangkan Piala FA dan layak tampil di Liga Europa.

"Tidak adil, kami memenangkan kompetisi Piala tertua di dunia dan kemudian didegradasi dari Liga Europa," ucap salah satu penggemar Crystal Palace dikutip melalui laman The Guardian.

Di sisi lain, Chairman Crystal Palace, Steve Parish, menyampaikan bahwa pihak klub akan mengajukan banding atas keputusan UEFA ke Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Editor : Arief
#liga europa #crystal palace #Liga Konferensi Eropa