BLACKPOOL – Elkan Baggott mungkin tak lagi menjadi bagian utama dalam skuad Timnas Indonesia. Namun di Inggris, namanya justru makin bersinar. Bukan hanya karena performanya di lapangan, tetapi juga kontribusinya di luar pertandingan.
Bek berusia 22 tahun itu baru saja dianugerahi penghargaan Community Champion oleh klubnya saat ini, Blackpool FC, dalam malam penghargaan klub yang digelar di Bloomfield Road, Senin (28/4).
Penghargaan tersebut bukan berkaitan dengan gol atau statistik pertandingan, melainkan aksi sosialnya sepanjang musim. Sebagai pemain pinjaman dari Ipswich Town, Baggott dikenal aktif dalam membantu bank makanan di kawasan Blackpool, serta terlibat dalam berbagai kegiatan komunitas yang digagas klub.
Blackpool FC menilai kontribusinya di luar lapangan sangat berarti dan pantas untuk diapresiasi. "Paling tidak yang bisa kami lakukan adalah memberi kembali kepada masyarakat," ujar Baggott.
Tidak hanya Elkan, sejumlah pemain Blackpool lainnya juga menerima penghargaan, seperti Ashley Fletcher yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pilihan suporter, Oliver Casey sebagai Pemain Terbaik pilihan rekan setim, dan Tom Bloxham yang mendapat penghargaan Gol Terbaik musim ini.
Meski performanya di atas lapangan sempat terganggu cedera, Baggott tetap tampil 18 kali musim ini dan menyumbang satu assist. Penampilannya dinilai menunjukkan kedewasaan dan perkembangan yang menjanjikan sebagai bek tengah.
Sayangnya, karirnya di Timnas Indonesia sedang tidak secerah di klub. Setelah sebelumnya sempat berselisih dengan pelatih Shin Tae-yong, Baggott makin sulit menembus skuad utama karena persaingan ketat di lini belakang Garuda. Nama-nama seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, Justin Hubner, dan Rizky Ridho kini jadi pilihan utama di posisi bek tengah.
Meski begitu, dengan hadirnya pelatih baru Patrick Kluivert di kursi pelatih Timnas Indonesia, pintu bagi Baggott untuk kembali masih terbuka. Konsistensi dan kontribusi di Blackpool bisa menjadi modal penting untuk menarik perhatian kembali.
Tak hanya aktif di lapangan dan komunitas, Elkan Baggott juga dikenal dekat dengan diaspora Indonesia di Inggris dan aktif mempromosikan budaya Tanah Air. Hal ini menjadikan dirinya bukan hanya duta sepak bola, tetapi juga jembatan diplomasi budaya antara Indonesia dan Inggris.
Penghargaan Community Champion yang dia raih membuktikan bahwa karisma seorang pemain tidak hanya diukur dari jumlah gol atau penampilan, tapi juga dari dampak sosial yang dia berikan. Baggott telah menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi sarana berbagi, menginspirasi, dan menjalin koneksi lintas budaya.
Dengan usia muda dan pengalaman yang terus bertambah, Elkan Baggott tetap menjadi aset berharga baik untuk klubnya di Inggris maupun potensi masa depan di Timnas Indonesia. Jika dia mampu menjaga konsistensi dan terus memberikan kontribusi, bukan tidak mungkin publik Garuda akan kembali melihatnya mengenakan jersey merah-putih dan berdiri tegak di barisan pertahanan Indonesia.
Editor : Arief