MANCHESTER – Musim Manchester United belum juga menunjukkan titik terang, tapi pergerakan di bursa transfer mulai memanas. Klub berjuluk Setan Merah itu dikabarkan tengah bersiap untuk menghadapi duel sengit dengan Manchester City dan Paris Saint-Germain dalam perburuan winger muda AS Monaco, Maghnes Akliouche.
Nama Akliouche memang tengah naik daun di Ligue 1. Penampilannya bersama Monaco membuat sejumlah raksasa Eropa kepincut. Tapi, bukan hanya kualitasnya yang jadi sorotan, harga yang dipasang pun tak main-main. Monaco dikabarkan mematok banderol sekitar GBP 60 juta (sekitar Rp 1,2 triliun) untuk winger berusia 23 tahun itu.
Sementara itu, kekalahan 0-1 dari Wolverhampton Wanderers pada Minggu (20/4) makin menegaskan bahwa Manchester United butuh penyegaran di lini depan. Itu adalah kekalahan ke-15 mereka di Liga Inggris musim ini, membuat mereka terdampar di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan hanya mengoleksi 38 poin dari 33 laga.
Sorotan tajam langsung mengarah ke pelatih Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu baru bergabung pada November 2024, namun tekanan sudah mulai terasa. Minimnya produktivitas serangan serta ketidakstabilan performa membuat opsi mendatangkan pemain baru semakin mendesak.
Nama Maghnes Akliouche pun muncul sebagai solusi potensial. Namun, jalan Amorim untuk mendapatkan sang pemain dipastikan tak mulus. Sebab, Manchester City dan PSG juga disebut-sebut masuk dalam antrean klub peminat winger lincah tersebut.
Akliouche bukan hanya nama panas di bursa transfer, tapi juga statistiknya mendukung reputasi tersebut. Sejak debut bersama Monaco pada musim 2021/2022, ia telah tampil dalam 92 pertandingan, mencetak 15 gol dan menyumbang 15 assist.
Musim ini saja, Akliouche telah mengoleksi 4 gol dan 8 assist dalam 28 penampilan di Ligue 1. Yang menarik, ia tampil cemerlang dalam laga-laga besar. Dirinya memberikan assist saat Monaco menghadapi PSG pada Desember lalu, dan mencetak gol saat melawan Barcelona di ajang Liga Champions, September silam.
Meskipun lebih sering bermain di sayap kanan, pemain berdarah Prancis itu juga nyaman beroperasi dari sisi kiri ataupun sebagai gelandang serang. Kecepatan dan kemampuan menggiring bola menjadi senjata utamanya. Tak heran jika ia disebut sebagai salah satu winger muda paling menjanjikan di Eropa saat ini.
Sejak Sir Jim Ratcliffe masuk sebagai pemilik saham Manchester United, kebijakan transfer klub memang mulai bergeser. Fokus kini lebih kepada pembelian pemain muda berpotensi ketimbang memburu bintang mahal. Kebijakan itu terlihat dari pembelian Patrick Dorgu (20 tahun) pada Januari lalu.
Namun, strategi ini bukannya tanpa risiko. Mengandalkan pemain muda berarti butuh waktu untuk berkembang, sementara tekanan untuk segera meraih hasil positif terus mengintai. Dalam situasi Amorim yang belum sepenuhnya aman, apakah waktu itu akan cukup?
Membeli pemain seperti Akliouche bisa jadi langkah jitu sekaligus berani. Ia memang muda, tapi sudah punya pengalaman di laga-laga besar dan tampil konsisten di liga top.
Editor : Arief