TURIN - Juventus kalah memalukan saat menjamu Atalanta di stadion Allianz, Senin (10/3) dinihari WIB. Mereka takluk empat gol tanpa balas.
Main di kandang sendiri justru membuat Juventus tampil di bawah tekanan. Bayangkan saja, Atalanta melepaskan sembilan tembakan mengarah ke gawang. Sebaliknya tuan rumah hanya membuat dua peluang.
Petaka Juve diawali oleh penalti Mateo Retegui pada menit ke-29. Pada babak kedua tidak banyak yang bisa dilakukan Si Nyonya Tua. Situasi ini membuat tim tamu makin leluasa mencetak tiga gol tambahan atas nama Marten de Roon, Davide Zapacosta, dan Ademola Lookman.
Kekalahan telak kali ini terasa kian menyakitkan. Sebab untuk pertama kali sejak 1967 mereka kalah dengan margin empat gol di kandang.
Apa yang terjadi dinihari juga berakibat fatal. Para pendukung yang memenuhi stadion Allianz mengamuk. Mereka mencemooh pemain usai pertandingan.
Pemandangan tak mengenakkan ini rupanya dipahami kapten tim Manuel Locatelli. Menurut dia, fans layak marah karena permainan dan hasil akhir yang memalukan.
“Sulit untuk berbicara setelah pertandingan seperti ini. Saya pikir sebelum penalti kami bermain bagus, tapi setelah kebobolan kedua beruntun kami kehilangan semangat,” kata Manuel Locatelli kepada Sky Sport Italia.
“Tentu saja fan punya hak untuk mencemooh kami saat mereka melihat pertandingan seperti ini. Mereka selalu mengikuti kami ke mana-mana dan mereka berhak melakukan itu. Kami perlu membalikkan keadaan, semuanya tergantung pada kami dan sikap kami,” imbuh dia.
Di luar performa buruk Juventus, Manuel Locatelli memuji performa apik Atalanta. Sang lawan benar-benar tampil sempurna.
La Dea sebenarnya bisa menang lebih besar. Mereka memperoleh banyak peluang di babak pertama lewat Marten de Roon, Davide Zapacosta, hingga Ederson. Akan tetapi peluang-peluang tersebut berhasil dimentahkan Michelle Di Gregorio.
“Kami perlu memberi pujian kepada Atalanta karena mereka sangat kuat hari ini dan memenangkan setiap duel,” tutur kapten I Bianconeri.
Editor : Arief