RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Sepinya penjualan rumah memang sudah di rasakan para developer atau pengembangan. Tidak hanya pengembang yang ada di Jakarta, lesunya penjualan rumah ini juga dirasakan para pengembang yang ada di daerah, tak terkecuali di Kalsel.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI), Raymond Ardan Arfandy mengakui penurunan penjualan perumahan sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini. Hal ini seiring menurunnya daya beli dan kondisi ekonomi Indonesia yang masih kurang baik hingga sekarang.
"Kami terus memberikan motivasi untuk para developer khususnya di daerah untuk tetap semangat menjual rumah," jelasnya saat berada di Banjarmasin, baru-baru tadi.
Namun, Raymond optimis di tahun 2027 penjualan rumah akan kembali bergairah seiring akan diterbitkannya aturan baru untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang cicilannya bisa mencapai 40 tahun.
"KPR dengan masa 40 tahun menjadi solusi di tengah sepinya penjualan. Dengan skema baru ini, angsuran atau cicilan kredit rumah akan lebih ringan dan tidak memberatkan masyarakat," jelasnya lagi.
Hanya saja, bagaimana proses dan persyaratannya masih digodok Pemerintah. Pastinya, REI sangat mendukung dengan rencana KPR 40 tahun ini.
"Kami sangat mendukung dengan skema KPR hingga 40 tahun. Ini akan mendorong kembali pembelian rumah yang makin masif oleh masyarakat," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Ketua REI Kalsel, H Ahyat Sarbini. Menurutnya skema cicilan KPR hingga 40 tahun akan menjadi angin segar untuk para developer di Kalsel.
"Kami masih menunggu untuk peluncurkan KPR 40 tahun ini, semoga bisa membantu developer semakin semangat membangun rumah dan membantu masyarakat untuk bisa mendapat rumah dengan mudah dan murah," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani