Kanwil Kemenkum Kalsel Hadir di Festival Budaya Saijaan 2026, Fasilitasi Layanan Kekayaan Intelektual bagi UMKM dan Pemerintah Daerah

Fauzan Ridhani • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:01 WIB
PENDAMPINGAN: Petugas Kanwil Kemenkum Kalsel memfasilitasi layanan kekayaan intelektual untuk masyarakat di Saijaan Expo 2026 di Kotabaru.(Foto: Humas Kanwil Kemenkum Kalsel)
PENDAMPINGAN: Petugas Kanwil Kemenkum Kalsel memfasilitasi layanan kekayaan intelektual untuk masyarakat di Bazzar Ekraf Festival Budaya Saijaan (FBS) 2026 di Kotabaru.(Foto: Humas Kanwil Kemenkum Kalsel)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan (Kanwil Kemenkum Kalsel) melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual membuka layanan Stand Fasilitasi Kekayaan Intelektual (KI) pada hari pertama Bazzar Ekraf Festival Budaya Saijaan (FBS#12) "Magic From The Sea" Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Lapangan Siring Laut, Kabupaten Kotabaru, Rabu (22/7/2026). Kehadiran stand pelayanan ini menjadi wujud komitmen Kanwil Kemenkum Kalsel dalam mendekatkan layanan Kekayaan Intelektual kepada masyarakat, pelaku UMKM, dan Pemerintah Daerah.

Stand pelayanan yang beroperasi mulai pukul 14.00-22.00 WITA tersebut menghadirkan berbagai layanan konsultasi dan pendampingan terkait pendaftaran Kekayaan Intelektual, meliputi merek, hak cipta, paten, dan desain industri. Pengunjung memperoleh informasi mengenai manfaat perlindungan hukum atas hasil karya dan inovasi, sekaligus panduan teknis pengajuan permohonan KI melalui sistem layanan daring.

Salah satu agenda penting pada hari pertama adalah konsultasi dan koordinasi bersama Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kotabaru terkait rencana pencatatan KI atas berbagai inovasi daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bapperida Kotabaru menyampaikan komitmen untuk mengajukan sekitar 200 permohonan pencatatan hak cipta sebagai bentuk perlindungan terhadap karya dan inovasi yang dihasilkan di lingkungan Pemerintah Daerah.

Menindaklanjuti rencana tersebut, Tim Layanan KI memberikan asistensi teknis secara menyeluruh, mulai dari proses pembuatan akun, pengunggahan dokumen persyaratan, hingga tahapan pengajuan permohonan secara mandiri melalui sistem elektronik. Pendampingan ini diharapkan dapat mempercepat proses pencatatan sekaligus memastikan seluruh permohonan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Jajaran Kanwil Kemenkum Kalsel berfoto di depan stand Kanwil Kemenkum Kalsel di Bazzar Ekraf
DOKUMENTASI: Jajaran Kanwil Kemenkum Kalsel berfoto di depan stand Kanwil Kemenkum Kalsel di Bazzar Ekraf Festival Budaya Saijaan (FBS) 2026 di Kotabaru.(Foto: Humas Kanwil Kemenkum Kalsel) 

Selain melayani Pemerintah Daerah, stand Kanwil Kemenkum Kalsel juga menjadi pusat konsultasi bagi para pelaku UMKM dan masyarakat yang ingin memahami pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual. Berbagai pertanyaan mengenai penelusuran merek, kelayakan pendaftaran, perlindungan hak cipta, hingga prosedur pengajuan permohonan secara daring dilayani secara langsung oleh Tim Layanan KI.

Antusiasme pengunjung menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melindungi hasil karya dan identitas usaha melalui sistem Kekayaan Intelektual. Layanan yang diberikan tidak hanya bertujuan memberikan kepastian hukum, tetapi juga mendorong pelaku usaha dan inovator agar mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing, serta membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas.

Lewat partisipasi dalam Festival Budaya Saijaan 2026, Kanwil Kemenkum Kalsel berharap semakin banyak masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, dan instansi Pemerintah yang memanfaatkan layanan KI. Sinergi antara Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi di Kalsel, sehingga karya-karya lokal memperoleh perlindungan hukum sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Editor : Fauzan Ridhani
Siring Laut Kekayaan Intelektual (KI) Festival Budaya Saijaan (FBS) Kanwil Kemenkum Kalsel kabupaten kotabaru