RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG – Bupati Kabupaten Tabalong, Muhammad Noor Rifani menandatangani komitmen bersama hasil Pertemuan Stakeholder Lintas Sektor Program Penguatan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tabalong Tahun 2026 di Gedung Informasi Pembangunan, Tanjung, Kabupaten Tabalong, Rabu (15/7/2026).
Selain Bupati Tabalong, penandatanganan komitmen juga dilakukan oleh CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, YABN, dan perwakilan perusahaan mitra bersama jajaran perangkat daerah dan instansi kesehatan Pemerintah Kabupaten Tabalong.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), PT Adaro Indonesia, PT Tanjung Power Indonesia, PT Makmur Sejahtera Wisesa, PT Bukit Makmur Mandiri, PT Putra Perkasa Abadi, dan Pemerintah Kabupaten Tabalong ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Tabalong.
Dalam sambutannya, Rifani menegaskan angka stunting di Kabupaten Tabalong harus terus ditekan hingga mencapai nol kasus. "Stunting ini dampaknya luar biasa bagi anak. Kalau bisa zero, bukan lagi 12 persen atau 14 persen," tegasnya.
Menurutnya, berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemkab Tabalong, bahkan dimulai sejak tahap yang paling mendasar, yakni mencegah pernikahan usia dini yang kerap dipicu oleh putus sekolah dan kemiskinan.
Salah satu upaya yang dijalankan adalah Program Tabalong Smart yang memberikan beasiswa bagi pelajar mulai jenjang SD, SMP hingga perguruan tinggi. Program tersebut diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, memutus rantai kemiskinan, sekaligus menjadi langkah preventif dalam mencegah stunting.
Meski demikian, Rifani menegaskan upaya percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan masyarakat. "Dari kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan, maka kita bisa mencapainya," ujarnya.
Ia menambahkan semangat tersebut juga sejalan dengan Gerakan Masyarakat Percepatan Penurunan Stunting (Germas) yang mengedepankan partisipasi seluruh elemen masyarakat. "Namanya gerakan, harus kompak," imbuhnya.
Sementara itu, CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan mengatakan program percepatan penurunan stunting yang dijalankan PT Adaro Indonesia bersama perusahaan mitra dan YABN telah berlangsung selama beberapa tahun melalui berbagai intervensi peningkatan status gizi balita.
Pada 2026, program tersebut diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama guna mendukung implementasi kebijakan transformasi layanan kesehatan primer yang berfokus pada masyarakat.
"Ini merupakan kegiatan untuk membangun komitmen kolaborasi dan sinergi dalam memperkuat layanan kesehatan primer guna menekan angka stunting di Kabupaten Tabalong," jelasnya.
Melalui program ini, sebanyak 25 kader posyandu dari lima posyandu di sejumlah desa dan kelurahan, serta satu puskesmas, akan dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan.
Program ini juga menargetkan pendampingan terhadap 76 anak stunting yang berada di desa dan kelurahan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Editor : Fauzan Ridhani