RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp50,40 miliar per 31 Desember 2025. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp46,61 miliar, atau tumbuh 8,13 persen secara tahunan.
Dari sisi pendapatan, PTAM Bandarmasih juga mencatat kenaikan menjadi Rp387,50 miliar pada 2025, dari sebelumnya Rp380,57 miliar di 2024.
Sementara itu, beban operasional perusahaan hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,39 persen, dari Rp325,35 miliar menjadi Rp326,64 miliar.
Meski mencatatkan pertumbuhan laba, Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Zulbadi menegaskan pihaknya tidak ingin berpuas diri. Perusahaan akan terus memperkuat efisiensi, khususnya di sektor operasional, tanpa mengorbankan kualitas layanan. “Kami tetap berupaya melakukan efisiensi, terutama di bidang operasional seperti optimalisasi penggunaan koagulan, listrik, biaya pemeliharaan dan lainnya,” ujarnya, Rabu (1/7).
Selain efisiensi, perusahaan juga terus menggenjot pendapatan dari berbagai lini, baik rekening air maupun usaha lainnya. Salah satu fokus utama adalah menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) akibat kebocoran jaringan pipa.
Direktur Operasional PTAM Bandarmasih, Irwan Firmana menyebutkan kebocoran pada jaringan distribusi masih menjadi tantangan utama perusahaan. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian, tetapi juga menghambat peningkatan tekanan air ke pelanggan. “Kalau kebocoran masih tinggi, kami sulit meningkatkan tekanan air karena produksi justru hilang di jaringan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebocoran paling banyak terjadi di wilayah ujung layanan, terutama Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara. Untuk mengatasi hal tersebut, PTAM Bandarmasih menyiapkan program peremajaan jaringan pipa yang akan dijalankan secara bertahap sepanjang 2026.
Program ini diharapkan mampu menekan tingkat NRW dan meningkatkan kualitas distribusi air ke pelanggan. “Kami melakukan peremajaan pipa agar kebocoran berkurang dan tekanan air bisa lebih optimal,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief