Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Atasi Antrean Truk Mengular di SPBU Loktabat Selatan, Pelayanan Pengisian Solar Subsidi Kini Digeser Mulai Pukul 10 Malam

Sheilla Farazela • Selasa, 30 Juni 2026 | 06:12 WIB
MEMANTAU: Tim gabungan saat turun langsung ke SPBU di Loktabat Selatan yang dipenuhi antrian solar hingga mengular ke bahu jalan. (Foto: Yopi untuk Radar Banjarmasin)
MEMANTAU: Tim gabungan saat turun langsung ke SPBU di Loktabat Selatan yang dipenuhi antrian solar hingga mengular ke bahu jalan, Kamis (25/6/2026).(Foto: Yopi untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Antrean panjang truk pengangkut solar subsidi yang selama ini memenuhi bahu Jalan Ahmad Yani Km 31, Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru, akhirnya mulai terurai. 

Masalah yang sempat dikeluhkan masyarakat karena memicu kemacetan parah dan rawan kecelakaan di ruas jalan nasional tersebut kini menemukan solusi konkret.

Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil langkah cepat melalui koordinasi lintas instansi untuk mengatasi persoalan tersebut. 

Salah satu poin krusial yang disepakati bersama pengelola SPBU adalah memindahkan seluruh aktivitas pelayanan pengisian BBM jenis solar subsidi ke malam hari.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby menegaskan pasca menerima laporan mengenai antrean kendaraan yang mengular hingga satu kilometer, dirinya langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk bergerak proaktif ke lapangan.

"Saya sudah meminta jajaran terkait melakukan langkah-langkah proaktif menangani antrean di SPBU Km 31 Loktabat Selatan. Kami juga mengimbau pengelola SPBU agar bersama-sama mencari solusi, sehingga antrean truk tidak lagi menggunakan bahu jalan. Alhamdulillah, mereka berkomitmen mengubah jam pelayanan pengisian solar subsidi ke malam hari," ujar Lisa Halaby.

Sebelumnya, keberadaan armada truk di jalur vital tersebut memicu keluhan luas. Tak hanya memperlambat arus lalu lintas penghubung Banjarbaru-Banjarmasin, serta kabupaten lain di Kalsel, antrean tersebut juga mengganggu aktivitas ekonomi pelaku usaha di sekitar kawasan Loktabat Selatan.

Sebagai tindak lanjut, tim gabungan yang dipimpin Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru diturunkan langsung ke lokasi, belum lama tadi. 

Tim ini melibatkan Satlantas Polres Banjarbaru, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, hingga pihak Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Dari dialog intensif di lapangan, disepakati bahwa mulai Kamis (25/6/2026) malam, pelayanan solar subsidi digeser menjadi pukul 22.00 Wita hingga selesai. 

Kebijakan ini sengaja diambil guna memindahkan antrean kendaraan berat ke jam dengan volume lalu lintas yang jauh lebih rendah.

Hasilnya langsung terlihat signifikan. Truk-truk besar yang biasa memadati bahu jalan pada siang hari kini bersih dari pemandangan. Arus lalu lintas di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 31 kembali normal dan lancar.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional Dishub Kota Banjarbaru, Aries Adrianto menjelaskan SPBU Km 31 sebenarnya memiliki keterbatasan lahan parkir internal, sementara kuota solar subsidi yang disalurkan mencapai 8 ribu liter per hari. Hal inilah yang memicu antrean meluber ke ruang milik jalan.

Hingga Senin (29/6/2026), Dishub melaporkan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat terkait kemacetan di titik tersebut. 

"Langkah yang disepakati bersama mulai menunjukkan hasil yang baik. Kami berharap pengelola SPBU tetap konsisten menjalankan komitmen ini agar kelancaran jalan nasional tetap terjaga," pungkas Aries.

Editor : Fauzan Ridhani
#solar subsidi #SPBU Loktabat Banjarbaru #antrean solar #Pemko Banjarbaru #rawan kecelakaan