Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Anggota DPD RI Kunker ke Kalsel, Pertamina Jelaskan Mekanisme Harga Avtur 

Raudah Anisya • Kamis, 7 Mei 2026 | 12:11 WIB
AVTUR : Masalah Avtur jadi topik dalam pertemuan dengan DPD RI di Kalsel, belum lama tadi.(Foto: Pertamina Patra Niaga)  
AVTUR : Masalah Avtur jadi topik dalam pertemuan dengan DPD RI di Kalsel, belum lama tadi.(Foto: Pertamina Patra Niaga)  

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menerima kunjungan kerja (kunker) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Habib Hamid Abdullah. Kunker tersebut dalam masa reses di dua lokasi, yaitu Aviation Fuel Terminal (AFT) Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Serta, Kantor Sales Area Retail Kalimantan Selatan. Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPD RI terhadap sektor energi, khususnya terkait ketersediaan dan distribusi avtur serta energi lainnya di wilayah Kalimantan.

Dalam kunker tersebut, berbagai isu strategis dibahas. Mulai dari ketahanan stok avtur, mekanisme penetapan harga, hingga distribusi LPG bersubsidi di wilayah Kalimantan.

Corporate Operation & Services Regional Manager Kalimantan, Immanuel Kornelius Silaen yang mendampingi kunjungan kerja di Palangka Raya, menjelaskan bahwa avtur merupakan produk non-subsidi yang mekanisme harganya mengikuti ketentuan Pemerintah dan dinamika energi global.

“Harga avtur ditetapkan mengacu pada kebijakan Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia. Meskipun avtur merupakan salah satu komponen biaya dalam operasional penerbangan, penting untuk dipahami bahwa harga tiket pesawat juga dipengaruhi oleh faktor signifikan lainnya seperti biaya sewa pesawat, operasional kru, biaya kebandarudaraan, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah,” jelas Immanuel.

Secara umum struktur biaya penerbangan terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu avtur, operasional pesawat, biaya bandara dan navigasi, pajak dan iuran, ground handling dan layanan penumpang, serta distribusi, penjualan, dan komersial.

Ia menambahkan Pertamina terus berupaya menjaga efisiensi distribusi agar keandalan pasokan tetap terjaga di seluruh titik pengisian. Khusus untuk wilayah Kalimantan Tengah, rantai pasok avtur disuplai dari Kilang Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan di AFT Tjilik Riwut, H Asan, dan Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut, DPD RI juga menyoroti potensi produksi energi domestik. Immanuel menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas produksi melalui kilang-kilang dalam negeri untuk menghasilkan berbagai produk energi, termasuk avtur, guna mendukung ketahanan energi nasional.

Di tempat terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pertamina dan pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan energi di daerah.

“Kami menyambut baik kunjungan kerja DPD RI sebagai bagian dari penguatan pengawasan sekaligus kolaborasi dalam memastikan distribusi energi, baik BBM, LPG, maupun avtur, dapat berjalan optimal dan tepat sasaran di seluruh wilayah Kalimantan,” ujar Edi.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi melalui penguatan infrastruktur serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Editor : Fauzan Ridhani
#avtur #anggota DPD RI #Habib Hamid Abdullah #banjarmasin #pt pertamina patra niaga regional kalimantan