Hadapi Perubahan Iklim, Kemampuan Nelayan Beradaptasi Ditingkatkan
admin• Kamis, 30 April 2026 | 14:37 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono.(Foto:MC)
BANJARBARU - Perubahan iklim menyebabkan ketidakpastian hasil tangkap ikan. Kondisi ini ditandai dengan musim ikan yang semakin sulit diprediksi, serta meningkatnya risiko saat melaut akibat gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.
Dampaknya terasa pada pada pendapatan nelayan. Di sisi lain, biaya operasional seperti bahan bakar dan perawatan kapal terus meningkat, namun tidak selalu sebanding dengan hasil tangkapan yang diperoleh.
Kondisi itu berimplikasi pada meningkatnya kerentanan ekonomi dan sosial masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengambil langkah nyata melalui pendekatan yang terarah dan berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan nelayan kecil yang difokuskan pada peningkatan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha penangkapan secara lebih efektif dan efisien.
“Kami mendorong nelayan untuk mulai melakukan pencatatan atau pembukuan usaha, serta melakukan diversifikasi hasil tangkapan. Ini penting agar nelayan tidak hanya bergantung pada satu jenis hasil tangkapan saja,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, juga berupaya meningkatkan akses nelayan terhadap teknologi. Baik dalam hal penangkapan, informasi cuaca, maupun pengolahan hasil perikanan. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko di lapangan.
Selqin itu, mendorong penguatan kelembagaan ekonomi nelayan melalui pembentukan dan pengembangan koperasi, serta Kelompok Usaha Bersama (KUB). Sehingga nelayan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan tidak terus bergantung pada tengkulak.
“Kami juga mendorong skema pembiayaan yang lebih inklusif bagi nelayan kecil, serta pengembangan usaha alternatif berbasis potensi lokal, seperti pengolahan hasil ikan, budidaya, hingga ekowisata pesisir,” jelasnya.
Pemprov Kalsel juga terus mengedepankan pendekatan holistik dan jangka panjang. Mencakup adaptasi nelayan terhadap perubahan iklim, peningkatan kapasitas produksi yang berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor, termasuk sektor kelautan, perdagangan, dan lingkungan.
Penguatan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir menjadi fokus utama, melalui peningkatan akses terhadap teknologi, permodalan, dan diversifikasi usaha. Dengan demikian, sektor perikanan tangkap tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. (mc)