BANJARMASIN - Memasuki Minggu kedua Ramadan, masyarakat mulai melakukan penukaran uang untuk keperluan Lebaran nanti.
Bank Indonesia (BI) selaku instansi yang ditunjuk memberikan pelayanan penukaran uang resmi, mengarahkan masyarakat untuk menggunakan aplikasi Pintar BI.
Aplikasi ini didesain BI sebagai layanan digital untuk memudahkan masyarakat melakukan penukaran uang, terutama pecahan uang baru.
Namun, alih-alih memudahkan, aplikasi ini justru menuai keluhan masyarakat karena sering eror dan lelet.
Eka salah satunya, ia sudah beberapa kali mencoba untuk masuk aplikasi Pintar BI, namun hingga sekarang tidak berhasil juga.
"Sudah empat jam belum tembus, tadi sempat masuk tahap pemesanan, eh keluar lagi, aplikasinya eror," ungkapnya.
Ia pun meminta BI menambah cara lain agar masyarakat bisa mudah mendapatkan uang pecahan baru di Ramadan. "Cuma setahun sekali, tolong jangan dipersulit," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Sandi warga lainnya. Ia mengaku sudah beberapa hari mencoba masuk aplikasi Pintar BI ini, tapi tetap gagal.
"Antriannya terus bertambah, kami berharap BI memberikan solusi alternatif yang lebih mudah untuk masyarakat mendapatkan pecahan uang baru," harapnya.
Terkait persoalan ini, Radar Banjarmasin berupaya melakukan konfirmasi dengan menghubungi pihak BI Kalsel.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak BI Kalsel masih belum memberikan tanggapan maupun pernyataan resmi.
Editor : Fauzan Ridhani