Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Akui Stok BBM Menipis, Pertamina Minta Maaf

Zulvan Rahmatan • Kamis, 20 November 2025 | 10:41 WIB
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan angkat bicara dengan kondisi stok Pertamax saat ini. Pihaknya mengatakan, ini disebabkan adanya tantangan cuaca perairan dalam pengiriman produk Pertamax ke Terminal BBM di Banjarmasin dari titik suplai utama, di tengah peningkatan permintaan yang signifikan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dia menjelaskan bahwa kendala pasokan dipicu oleh keterlambatan kedatangan suplai dari jalur laut. Namun, Edi menegaskan bahwa Pertamina telah melakukan gerak cepat untuk mengatasi kendala ini.

“Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah mengambil langkah-langkah penanganan cepat untuk menangani kendala pasokan. Langkah ini mencakup normalisasi dan build-up stock secara bertahap termasuk penambahan jam operasional terminal BBM agar proses penyaluran ke seluruh wilayah terdampak dapat segera dilakukan dengan cepat dan optimal,” ungkap Edi.

Pihaknya memastikan, meskipun terjadi kendala pasokan dari supply point, stok di tingkat SPBU terus diamankan, dan manajemen stok terus dilakukan untuk melayani kebutuhan konsumen.

“Kapal suplai saat ini telah tiba di Banjarmasin dan kami tegaskan, penyaluran Pertamax dari Integrated Terminal BBM Banjarmasin ke SPBU telah dimulai kembali sejak Selasa (18/11) sore,” terangnya.

Pihaknya menambahkan, khusus untuk wilayah Tabalong, penyaluran BBM membutuhkan waktu sekitar 8-10 jam dari Integrated Terminal Banjarmasin. Namun, dia menyebut stok BBM di SPBU Tabalong saat ini terus dipantau dalam kondisi tersedia.

Edi menekankan bahwa seluruh upaya ini dilakukan untuk menjalankan komitmen Pertamina Patra Niaga untuk  memprioritaskan layanan dan kenyamanan konsumen. “Tim di lapangan telah dimaksimalkan untuk memastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara efektif dan efisien, sehingga proses pemulihan stok dan penyaluran dapat tercapai secara optimal,” katanya.

Selain mempercepat pemulihan stok Pertamax, pihaknya juga menjamin kualitas dan ketersediaan produk Pertalite sesuai spesifikasi yang ditentukan. “Kami terus melakukan upaya terbaik untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Kalsel dan memastikan kualitas produk yang diterima masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan,” ujarnya.

Sisi lain, pengamat ekonomi asal Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Arief Budiman menilai, kondisi ini merupakan respon ketakutan yang berlangsung di tengah masyarakat. “Panic buying terhadap Pertamax jadinya ikut-ikutan untuk menghindari sepeda motor brebet atau rusak. Ini tentu mengganggu aktivitas ekonomi, seolah-olah terjadi rush,” tegasnya.

Dia mengingatkan agar pihak-pihak terkait dapat membuka mata dan memandang dengan cermat. Sebab dikhawatirkan, fenomena ini menimbulkan penambahan biaya yang dikeluarkan masyarakat selaku konsumen bahan bakar. “Jangan dibiarkan karena bisa jadi sumber inflasi yang cukup dalam pada bulan ini. Hal ini akan mengganggu roda perekonomian di Kalsel,” cetusnya.

Arief mendesak Pertamina agar meyakinkan masyarakat bahwa Pertalite clean atau bersih. “Tegaskan bahwa tidak terjadi apa yang masyarakat takutkan. Kampanyelah yang baik. Kalau dibiarkan ini tentu mengganggu roda perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Di tengah ramainya isu ini, Arief justru merasa heran akan andil pemerintah yang belum mendesak Pertamina untuk mengklarifikasi hal demikian. “DPR berhak menanyakan, mereka bisa memanggil Pertamina untuk memberi penjelasan dan meyakinkan. Fungsi DPR dan pemerintah harusnya bisa menanggulangi keresahan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina. “Kami minta suplai segera dipenuhi dengan kuota mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (19/11).

Ichrom mengimbau warga tidak melakukan panic buying. “Kalau membeli berlebihan justru memperburuk situasi. Pemko sudah meminta Pertamina menindaklanjuti hambatan distribusi agar suplai kembali normal,” katanya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Pertamina #BBM #pertamax #banjarmasin