Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Motor Brebet Gara-Gara Diisi Pertalite, YLK Kalsel: Pertamina Jangan Cuma Melempar Rilis

Endang Syarifuddin • Rabu, 5 November 2025 | 11:23 WIB

 

MASUK BENGKEL: Salah seorang warga Banjarmasin membawa motornya ke bengkel, diduga gara-gara BBM jenis Pertalite, Senin (3/11)
MASUK BENGKEL: Salah seorang warga Banjarmasin membawa motornya ke bengkel, diduga gara-gara BBM jenis Pertalite, Senin (3/11)

BANJARMASIN – Keluhan warga soal mesin motor tiba-tiba brebet setelah mengisi BBM Pertalite di sejumlah SPBU, tak boleh dianggap angin lalu.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan, Akhmad Murjani menegaskan bahwa persoalan ini harus segera ditangani secara konkret dan melibatkan banyak pihak.

Menurutnya, isu bahan bakar yang diduga memicu gangguan mesin ini bukan cuma muncul di Kalimantan Selatan. Di beberapa daerah luar pun muncul keluhan yang sama.

"Keluhan masyarakat ini sangat penting ditindaklanjuti. Jangan menunggu sampai publik kehilangan kepercayaan," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Selasa (4/11) siang.

YLK meminta agar Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU, Hiswanamigas, DPRD provinsi hingga DPRD kota, serta pemda, tidak hanya menunggu hasil klarifikasi formal.

Murjani menegaskan, hak konsumen harus dilindungi. Bukan sekadar pernyataan di media.

"Kalau perlu dibentuk tim evaluasi lintas instansi. Duduk bersama. Jangan cuma saling lempar rilis. Turun ke lapangan! Cek langsung," tegasnya.

YLK juga mendorong pembentukan posko-posko pengaduan. Agar masyarakat yang merasa dirugikan punya tempat resmi untuk menyampaikan laporan.

"Kalau memang terbukti ada kerugian konsumen, Pertamina Patra Niaga harus bertanggung jawab. Termasuk mengganti kerusakan atau membantu perbaikan kendaraan yang terdampak," tambahnya.

YLK melihat momentum ini sebagai pintu kontrol bersama antara pemerintah dan pelaku usaha migas. Agar BBM yang disediakan tidak hanya lolos standar dokumen, tapi juga aman dan layak pakai di lapangan.

"Segera direspons. Jangan berlarut-larut," tutup Murjani.

Diwartakan sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Faisal Hariyadi mengaku menerima banjir DM (direct message) di media sosial terkait keluhan Pertalite.

"Bahkan ada yang mengirim video kendaraan mogok, tak lama setelah mengisi BBM di SPBU," bebernya, Senin (3/11).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) segera berkoordinasi dengan Pertamina dan Polresta Banjarmasin.

"Membuka hotline center itu penting. Sehingga warga yang merasa dirugikan bisa langsung melapor. Sertakan foto atau video, sampel bahan bakar, bukti transaksi, dan kronologis kejadian," kata Faisal.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Pertamina #motor #YLK #BBM #banjarmasin