BANJARMASIN - Masyarakat diminta untuk selalu waspada jika ada penawaran investasi lewat media sosial (medsos), apalagi dengan mengatasnamakan lembaga resmi.
Diungkapkan Ketua Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalsel, Yuniar, sejak November 2024 hingga setelah Lebaran tadi, sudah 36 korban penipuan yang mengatasnamakan BEI Kalsel," jelasnya, baru-baru tadi.
Penipuan dilakukan lewat penawaran investasi di pasar saham melalui Instagram, dan mereka berani mengirim legalitas BEI dan juga alamat kantor BEI di Kalsel untuk meyakinkan korban.
Diakuinya, dari 36 korban yang melapor ditawari investasi di BEI ,total kerugiannya mencapai Rp300 jutaan, bahkan satu orang ada rugi hingga puluhan juta Rupiah.
Dari 36 orang yang melapor, dua orang berhasil terselamatkan karena terlebih dahulu bertanya langsung ke BEI Kalsel. "Masyarakat perlu konfirmasi dengan kami secara langsung ke kantor kami jika ada penawaran investasi yang mengatasnamakan BEI Perwakilan Kalsel," tandasnya.
Untuk menghindari banyak korban penipuan, pihaknya pun terus gencar melakukan sosialisasi dan meminta agar masyarakat jangan terlalu tergiur dengan penawaran dan segera melakukan pengecekan dengan mendatangi Kantor Resmi BEI yang terdekat.
Editor : Fauzan Ridhani