Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dukung Pengembangan Komoditas Lokal, Pupuk Kaltim Pacu Produktivitas Buah Naga Banyuwangi

Raudah Anisya • Kamis, 21 November 2024 | 15:39 WIB
DUKUNG:Pupuk Kaltim dukung pengembangan komoditas lokal.
DUKUNG:Pupuk Kaltim dukung pengembangan komoditas lokal.

BANJARMASIN - Dukung pengembangan komoditas lokal, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Program Agrosolution berhasil tingkatkan produktivitas buah naga Banyuwangi Jawa Timur, hingga 8 ton per hektare dalam sekali panen. Keberhasilan ini ditandai Panen Raya Buah Naga di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu Banyuwangi, Rabu (20/11/2024).

Hadir pada kesempatan itu Komisaris Independen Pupuk Kaltim, Sukardi Rinakit dan Komisaris, Gustaaf AC Patty, serta Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, beserta Forpimka Kecamatan Sempu dan SKPD Kabupaten Banyuwangi.

Sukardi mengatakan Agrosolution kali ini menggandeng Kelompok Tani Lamtorogung Banyuwangi dengan luas lahan tanam 29 hektare. Program ini merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung kesejahteraan petani, sekaligus meningkatkan produktivitas komoditas pertanian secara terintegrasi melalui pemberdayaan. Hal ini juga salah satu cara Pupuk Kaltim mendorong sektor pertanian Indonesia, melalui produksi produk pertanian yang berkualitas.

"Hal ini juga wujud dukungan Pupuk Kaltim terhadap pertanian berkelanjutan, sehingga daya dukung lahan tetap terjaga dalam jangka panjang," tambah Sukardi.

Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah mengapresiasi Agrosolution yang diprakarsai Pupuk Kaltim. Kata dia, program ini sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mendorong kesejahteraan petani. Di mana Banyuwangi merupakan produsen buah naga terbesar di Indonesia, dengan luas tanam mencapai 3.786 hektare, dan kapasitas produksi sekitar 82.544 ton per tahun.

Kondisi tanah dan cuaca panas menjadi salah satu faktor pendukung, sehingga komoditas ini tumbuh dan berkembang di Banyuwangi. Bahkan, ada petani yang dapat memproduksi buah naga hingga lebih dari 40 ton dalam satu tahun.

Baca Juga: Ditinggal Dinas Keluar, Rumah Sekda Batola Dibobol Maling

“Hari ini terbukti, hasil pendampingan Pupuk Kaltim panennya melimpah karena intervensi inovasi yang didukung bantuan teknologi serta pengaplikasian pupuk secara tepat pada tanaman,” jelasnya.

Dirinya berharap program ini terus diperluas Pupuk Kaltim, sehingga sektor pertanian di Kabupaten Banyuwangi makin berkembang seiring meningkatnya pemahaman petani untuk memacu produktivitas hasil di berbagai komoditas.

“Hal ini tentu membuat petani sejahtera dengan hasil panen yang didapat. Semoga keberhasilan ini makin memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas, agar semakin berdampak terhadap kesejahteraan," harap Sugirah.

Editor : Fauzan Ridhani
#banyuwangi #Pupuk Kalimantan Timur #Agrosolution #Pupuk Kaltim #buah naga