BANJARMASIN – Pengoperasian Rumah Potong Unggas (RPU) modern di kompleks Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih di Banjarmasin Selatan terpaksa ditunda.
Penyebabnya masih sama seperti kemarin, belum ada anggaran operasional.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin sempat membahas mengenai persoalan anggaran operasional RPU di Jalan Tembus Mantuil itu bersama DPRD.
"Anggaran yang diperlukan untuk mengoperasikan RPU modern itu sekitar Rp2 miliar," sebut Kepala DKP3 Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, belum lama tadi.
Dana sebesar itu dibutuhkan untuk melengkapi berbagai fasilitas dan kekurangan. "Tapi anggarannya harus menunggu tahun 2025," tukasnya.
Yuliansyah optimis, kalau RPU modern itu sudah beroperasi dapat menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) untuk Banjarmasin.
"Kalau fasilitas dan SDM-nya sudah dilengkapi. Termasuk juga daya listrik, air, dan keamanannya," ujarnya.
Keberadaan RPU modern ini penting untuk memenuhi kebutuhan ayam potong yang higienis.
Dengan teknologi yang tersedia di RPU modern itu, seribu ekor unggas bisa dipotong per jam dengan lebih efisien.
Sempat tercetus ide melibatkan pihak ketiga, tapi kemudian diurungkan. Lebih baik pemko sendiri yang mengelolanya, sementara pihak ketiga menjadi pelanggan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief