BANJARBARU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel memastikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula sudah beroperasi secara normal.
Hal itu diungkapkan Kepala Dishub Kalsel, M Fitri Hernadi, untuk menjawab keresahan yang terjadi akibat sempat terhentinya layanan bus berwarna biru tersebut. “Karena pada Selasa (14/5) kemarin, layanan BRT terhenti sempat tidak bisa beroperasi. Tapi hari ini, kami pastikan sudah normal seperti semula,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu sore.
Kondisi ini, jelas Fitri, terjadi akibat ada keterlambatan suplai BBM jenis Bio Solar ke SPBU yang biasa digunakan untuk operasional BRT, yakni SPBU Banua Anyar, Banjarmasin.
Selain di situ, pengelola BRT Banjarbakula juga sempat mencari pasokan BBM ke sejumlah SPBU alternatif lainnya. Namun hasilnya sama. “Tetap tidak bisa kami paksakan juga. Selain harus mengikuti panjangnya antrean, jumlah BBM yang didapat juga tidak menutupi keperluan untuk operasional BRT,” ujarnya.
“Gara-gara itu, biasanya layanan penumpang yang biasa sudah dimulai pada pukul 9.00 Wita, terpaksa tidak bisa kami jalankan,” sambungnya.
Meski demikian, ia memastikan jika kondisi itu hanya terjadi sehari saja. Rabu pagi, pihaknya sudah mendapat pasokan BBM untuk kebutuhan operasional BRT. “Sekarang sudah kembali beroperasi seperti biasa,” tekannya.
Meski hanya sehari, kondisi ini diakui Fitri sangat berdampak terhadap program pelayanan angkutan massal yang dijalankan Dishub Kalsel. Supaya gangguan operasional ini tidak terulang, Dishub Kalsel berencana menemui pihak Pertamina untuk menjamin ketersediaan pasokan Bio Solar. “Kami berharap pasokan Bio Solar bisa tetap stabil, supaya ke depannya tidak ada lagi penghentian operasional hanya karena kesulitan mencari BBM,” tegas Fitri.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief