"Insyaallah kalau lancar, kami akan membayar lahan 10 persil atau seluas hampir 1 hektare tersebut," ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Selasa (26/3).
Ditanya berapa anggarannya, Tezar mengaku lupa angkanya. "Tapi sudah tersedia di tahun 2024 ini," imbuhnya.
Lokasi lahan itu di berada di belakang pasar. Di atas lahan itu akan dibangun kios atau lapak pengganti untuk 190 pedagang.
Mereka adalah pedagang yang menghuni bangunan samping pasar yang harus dibongkar karena terkena National Urban Flood Resilience Project (NUFrep) atau Proyek Ketahanan Banjir Perkotaan Nasional.
Lewat program itu, kemampuan Sungai Veteran menghalau banjir di kawasan Banjarmasin Timur ditingkatkan.
Semula pembebasan lahan itu direncanakan tahun 2023, tapi tertunda akibat terkendala anggaran.
Faktor lain, permintaan pedagang supaya lokasi baru disiapkan terlebih dahulu sebelum pembongkaran.
"Awalnya hanya 9 meter dari bibir sungai, namun melihat teknis bangunan, perlu penyesuaian menjadi 14 meter," jelas Tezar.
Tezar berharap, pembongkaran itu ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kalau toh tetap ditangani Disperdagin, minimal ada pendampingan dari PUPR.
"Karena tentu ada aturan teknisnya. Termasuk untuk membangun jalan atau jembatan untuk menuju pasar. Apakah diperlukan atau cukup memakai akses yang ada," tutup Tezar.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief