Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jelang Nataru, Harga Beras dan Telur Naik

Muhammad Helmi • Senin, 5 Desember 2022 | 16:56 WIB
PALING MAHAL: Purnama, pedagang bahan pokok di Pasar Bauntung Banjarbaru saat menimbang telur yang dijualnya, Ahad (4/12). | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
PALING MAHAL: Purnama, pedagang bahan pokok di Pasar Bauntung Banjarbaru saat menimbang telur yang dijualnya, Ahad (4/12). | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
BANJARBARU - Di Pasar Bauntung Banjarbaru, harga telur ayam ras sudah tembus Rp30 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya di kisaran Rp28 ribuan.

Salah seorang pedagang bahan pokok di pasar di Jalan RO Ulin itu, Purnama mengatakan, ini merupakan harga termahal yang pernah dijualnya.

"Biasanya paling mahal Rp28 ribu sekilo. Di Jawa bahkan sampai Rp32 ribu," katanya kepada Radar Banjarmasin kemarin (4/12).

Ia menyebut, harga telur sudah tidak stabil sejak dua bulan terakhir. Kadang turun, lalu naik lagi.

"Harganya turun naik, sampai mentok Rp30 ribu sekarang," sebutnya.

Menurutnya, kenaikan harga terjadi lantaran permintaan meningkat menjelang natal dan tahun baru. "Selain itu, kabarnya biaya produksinya juga makin mahal karena harga BBM naik," ujarnya.

Selain telur, harga beras lokal dalam dua bulan terakhir juga cukup mahal. "Beras dan telur ini saja yang paling terasa naiknya. Kalau bahan pokok lainnya stabil," ucapnya.

Beras lokal yang paling mahal saat ini adalah Unus Mutiara. Harganya mencapai Rp20 ribu per kilogram "September tadi harganya masih Rp17 ribuan," katanya.

Kemudian beras Siam Unus, Purnama sekarang menjualnya Rp17.500 per kilogram. Lalu, Siam Tanggung Rp15.600 per kilogram, Siam Biasa Rp13.500 dan Cihirang Rp11.800.

"Rata-rata kenaikannya 500 rupiah sampai seribu," pungkasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani membenarkan kenaikan harga telur dan beras. "Kalau telur memang sudah lama harganya antara Rp28 ribu sampai Rp30 ribu," ujarnya.

Ia menyebut, harga telur ayam ras sebenarnya sempat turun sebentar pasca lebaran, tapi kemudian naik lagi. "Ini disebabkan semakin tingginya biaya produksi yang didorong adanya kenaikan pakan, bibit dan obat-obatan, serta vitamin," ucapnya.

Menurutnya, harga telur sangat bergantung pada biaya produksi. Kalau biayanya turun, maka harganya juga turun.
Selain itu, bisa juga dipengaruhi oleh produksi yang tinggi dan ketersediaan melimpah. "Apabila produksi tinggi tapi permintaan rendah, maka harga telur juga bisa turun," ujar Birhasani.

Sedangkan untuk beras, Birhasani menyatakan, harganya memang lebih mahal dibandingkan September lalu. "Kenaikan harga beras dibandingkan September, antara Rp500 sampai Rp2 ribu," paparnya.

Ia menjelaskan, harga beras lokal saat ini mahal dikarenakan stoknya kurang di pasaran. "Gagal panen, baik lokal maupun secara nasional yang membuat suplai ke pasaran berkurang," jelasnya.

Selain hal itu, menurut Birhasani, mahalnya beras juga dikarenakan naiknya produksi dan biaya transportasi akibat kenaikan harga BBM. (ris/gr/fud)
Editor : Muhammad Helmi
#Ekonomi Bisnis