BARABAI - Dusun Awang Landas adalah dusun yang berada di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah (HST). Dusun ini berada di atas rawa.
Dusun Awang Landas jaraknya kurang lebih 26 kilometer dari pusat Kota Barabai. Wilayah ini hanya bisa diakses menggunakan perahu bermesin.
Perlu waktu sekira 20 menit dari dermaga di Desa Sungai Buluh untuk bisa ke lokasi pemukiman warga. Jika kita ingin ke Awang Landas kita harus melapor ke Kepala Desa atau warga supaya mendapat tumpangan. Sebab di dermaga ini tidak menyediakan ojek kelotok.
Jika kalian pernah ke Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dua wilayah ini punya kesamaan. Rumah-rumah warga berdiri di atas danau rawa-rawa.
Bedanya di Paminggir sudah dibangun jalan desa. Sedangkan di Awang Landas masih berupa jembatan titian. Itu pun hanya ada di rumah-rumah warga. Tak bisa menghubungkan semua rumah yang berada di Awang Landas.
Namun kedua tempat ini punya potensi wisata yang sama. Yakni memiliki wisata kerbau rawa. Sayangnya wisata di Awang Landas belum begitu popular. Perlu sentuhan pemerintah dan kebersamaan warga untuk mengenalkan wisata tersebut. Berikut beberapa potret kehidupan dan potensi wisata di Dusun Awang Landas.
Kalang Hadangan di Awang Landas
Di Dusun Awang Landas, ada ratusan ekor kerbau rawa. Dibagi menjadi dua kandang. Dari keterangan warga setempat, kerbau di sini cukup jinak. Namun ada pantangannya, kepercayaan yang selama ini dipegang oleh beberapa warga setempat.
Saat masuk ke dalam kandang kerbau tidak boleh memakai minyak wangi. Sebab kerbau tersebut menyukai wangi-wangian dan akan lebih agresif.
Sekolah di Atas Rawa
Jika berkunjung di Awang Landas, kita bisa melihat anak-anak dengan cekatan mengayuh jukung untuk pergi sekolah. Dusun ini memiliki satu sekolah yakni SDN 3 Sungai Buluh. Tempat ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan formal resmi yang ada.
Sekolah ini kerap dapat kunjungan dari berbagai organisasi masyarakat atau instansi pemerintah. Letaknya yang cukup jauh dan berada di atas air membuatnya perlu banyak bantuan untuk menunjang proses pembelajaran.
Pekerjaan Warga Maiwak
Pekerjaan utama warga di Awang Landas adalah mencari iwak (maiwak), alias mencari ikan.
Menggembala kerbau rawa hanya sebagai sampingan. Sebab jumlah kerbau di sini tak sebanyak di Paminggir.
Biasanya setelah salat Asar, warga berangkat meiwak. Ada yang menggunakan alat setrum, ada juga menggunakan jaring atau rengge. Selain dijual ke pasar. Iwak hasil tangkapan juga diolah sebagai ikan kering. Dijual Rp 32 ribu per kilogramnya.
Hampir semua warga di Awang Landas bekerja meiwak. Hasil tangkapannya dijual ke Pasar Subuh di Pinang Habang, Hulu Sungai Utara (HSU).
Transportasi Utama Adalah Kelotok atau Jukung
Jika kita dari satu permukiman ke permukiman lain, maka harus menggunakan kelotok sebagai transportasi utama. Contohnya warga di RT 19 yang berdekatan dengan SDN 3 Sungai Buluh. Mereka harus naik kelotok sekitar 5 menit untuk beribadah di Masjid Nurul Huda yang berbeda lokasi.
Sebenarnya ada titian di sini. Sayangnya belum semua permukiman terkoneksi. Menurut keterangan warga, mereka sudah berkali-kali mengajukan permohonan bantuan. Namun belum juga dapat direalisasikan sampai sekarang.
Tersedia Jaringan Listrik dan Internet
Jaringan listrik dan internet sudah bisa diakses. Pengunjung tidak perlu khawatir ketika berkunjung untuk melihat kerbau rawa. Di beberapa rumah warga juga sudah dipasang jaringan WiFi.
So, ketika kalian datang dan berswafoto di Dusun Awang Landas bisa langsung di posting di media sosial masing-masing.
Editor : Arief